Ahmad Haniful Auli dan Ni Putu Indira Melila menjadi first runner up berkat platform SIPEKO dalam kompetisi Rekinnovation 2018 for Campus. foto : Humas ITS

Inovasi

Sipeko, Platform Karya Mahasiswa ITS, Cegah Kerusakan Pembangkit Listrik


Siedoo, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur berinovasi di bidang kelistrikan. Karya yang dimunculkan sebuah platform, diberi nama Integrasi Sistem Penentu Jadwal Komponen-komponen pada Power Plant Berbasis Internet of Things (Sipeko). Platform digital yang mereka ciptakan ditujukan untuk memberi rekomendasi jadwal pemeliharaan serta perawatan suatu komponen dari pembangkit listrik secara otomatis dan realtime.

Mahasiswa itu yakni Ahmad Haniful Auli dan Ni Putu Indira Melila, mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS yang merancang inovasi digitalisasi industri tersebut. Karya ini tidak lepas dari kerusakan komponen pembangkit listrik yang menyebabkan downtime dalam suatu industri, yang masih sulit diprediksi.

Sehingga mengakibatkan alur produksi terhenti, yang berdampak kerugian bagi perusahaan maupun pelanggan. Menghadapi tantangan tersebut, mereka kemudian merancang sebuah platform yang diberi nama Sipeko.

“Banyak perusahaan pembangkit listrik di Indonesia yang masih menggunakan metode manual dalam menjadwalkan perawatan komponen-komponennya,” kata mahasiswa yang akrab disapa Auli itu.

Sipeko sendiri bekerja berdasarkan input data berupa jumlah, waktu, dan jenis perbaikan yang pernah dilakukan pada suatu komponen sejak kali pertama dioperasikan. Adapun input data tersebut diklasifikasikan dalam corrective maintenance, routine maintenance, dan periodic maintenance.

Corrective artinya perawatan setelah kerusakan, routine artinya pemeliharan rutin, dan periodic artinya perawatan berkala,” jelas mahasiswa asal Ponorogo ini.

Input data yang diterima selanjutnya akan diolah oleh server menggunakan Weibull Distribution dan Least Square Regression untuk menghasilkan kondisi terkini dari suatu komponen. “Terdapat lima kategori untuk memetakan kondisi terkini komponen, di antaranya adalah utama, prima, aman, pengecekan, dan penggantian,” tuturnya.

Menurut Auli, kerugian perusahaan dapat terjadi akibat kurangnya akurasi dalam menjadwalkan perawatan dan pemeliharaan komponen. “Dengan adanya Sipeko ini, proses pemeliharaan dan perawatan komponen dapat dilakukan lebih cepat dan efisien karena berbasis digital,” jelasnya.

Baca Juga :  Profesor ITS Manfaatkan Rumen untuk Netralkan Tanah Bekas Tambang

Platform ini dapat secara otomatis menjadwalkan waktu perbaikan selanjutnya untuk komponen tersebut. Dengan cara ini, suatu komponen dapat diperbaiki sedekat mungkin sebelum kerusakan yang diprediksi akan terjadi. Sehingga efektif untuk menekan potensi downtime mesin.

“Di samping itu, platform ini juga memungkinkan transparansi akses data antara operator dengan perusahaan. Dengan adanya transparansi data, keamanan sistem lebih mudah dikontrol. Sehingga mampu mengurangi kemungkinan terjadinya human error,” ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku, platform yang dirancang timnya ini telah berhasil memenangkan juara kedua pada kompetisi bertajuk Rekinnovation 2018 for Campus yang diselenggarakan oleh PT Rekayasa Industri di Jakarta pada Desember 2018 lalu. Meski demikian, ia merasa platform rancangan timnya ini masih membutuhkan pengembangan fitur dan proses pengolahan data agar dapat meningkatkan akurasi output.

Terlepas dari pengembangan fitur tersebut, ia dan tim optimistis bahwa platform ini nantinya dapat diterapkan pada seluruh pembangkit listrik di Indonesia.

“Karena setiap pembangkit listrik pasti membutuhkan sistem manajemen dan pemeliharaan komponen-komponennya, meskipun kondisi dan spesifikasinya dipastikan beragam,” tandasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang