Pihak BI memberikan penghargaan ke para pemenang.foto: umy.ac.id

Nasional Tokoh

Kompetisi Karya Ilmiah BI, UMY Ungguli UI dan UB


YOGYAKARTA – Optimalisasi Dana Publik Islam melalui Website kitaberdaya.com Guna Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia’ mengantarkan dua mahasiswa Universitas Muhammdiyah Yogyakarta (UMY) menjadi juara 1 di ajang Campus Knowledge Competition yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI-CKC 2018).

Dua mahasiswa itu adalah Candra Kusuma Wardana (Manajemen, 2015) dan Lenny Indah Nidyawanti (Ilmu Ekonomi, 2016). Mereka didampingi dosen FEB UMY Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma S.E., M.Ec.

Candra dan Lenny berhasil menjadi yang terbaik dengan meraih juara 1 dari 89 karya ilmiah yang masuk dalam perlombaan dari berbagai universitas di Indonesia.

Dalam lomba karya ilmiah dengan tajuk Peran Inovasi Teknologi Dalam Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Daerah, mereka bisa menggungguli kampus-kampus ternama di Indonesia. Seperti, Universitas Padjajaran (Unpad) (juara II), Universitas Brawijaya (UB) (juara III), Universitas Indonesia (UI) (harapan I), dan Universitas Darussalam Gontor (harapan II).

“Pertama kami merasa bersyukur. Karena, walaupun kami dari universitas swasta tapi tak kalah bersaing dengan universitas terkemuka lainnya, terutama dilihat dari daftar juara,” aku Candra melansir dari umy.ac.id.

Ia mengaku senang dan bangga bisa mewakili UMY di kancah nasional, terlebih untuk menambah eksistensi Fakultas FEB UMY.

“Selain itu kami berharap dapat memotivasi teman-teman yang lain untuk menuangkan ide dan pikiran mereka ke dalam hal yang positif,” tandasnya.

Sebenarnya perlombaan karya tulis ilmiah tersebut sudah dimulai sejak 1 April hingga 31 Oktober 2018 guna diseleksi juri dari Bank Indonesia, dan diumumkan pada Desember 2018.

Sementara itu, peserta Lomba BI-CKC merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Bank Indonesia terkait Kebanksentralan atau perguruan tinggi yang telah mendirikan sarana BI Corner di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Tidak Semua Daerah Buka CPNS, Ini Alasannya

“Perlombaan karya tulis ilmiah ini sendiri agak berbeda dengan yang lain. Biasanya kalau lomba karya tulis, dikumpulkan lalu dipresentasikan dan diumumkan juaranya. Tapi kalau ini dikumpulkan dan diseleksi lebih dulu kemudian diumumkan juaranya,” jelasnya.

Mereka berdua lalu diminta untuk mempresentasikannya pada 8 Januari 2019. Karya tulis ilmiah yang diajukan adalah tentang bagaimana cara mengoptimalkan dana publik Islam. Yaitu, dana wakaf dan zakat untuk bisa dikembangkan atau diberdayakan kepada UMKM, dengan menggunakan website kitaberdaya.com. Fungsinya, sebagai sentralisasi penghimpunan dana publik Islam itu.

“Nantinya dana itu akan dikelola BI secara langsung dan juga BAZNAS. Hasilnya akan dibuatkan tim untuk memberdayakan UMKM, yang akan mendapatkan tiga fasilitas yakni pendanaan, pendampingan usaha dan pemasaran,” tutur Candra.

Tujuan dari lomba karya ilmiah, BI ingin menjadi motivator dan fasilitator di kalangan perguruan tinggi. Dari hasil lomba ini, kalangan akademisi dapat memberikan masukan kepada Bank Indonesia, khususnya dalam pembuatan kebijakan strategis sekaligus membantu terwujudnya Bank Indonesia menjadi lembaga riset terkemuka di dunia.

Adapula melalui lomba ini, diharapkan bisa muncul identifikasi masalah-masalah strategis, baik yang bersifat aktual maupun potensial yang diprediksi akan dihadapi BI dalam jangka menengah atau jangka panjang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot