Mahasiswa mengenalkan kepada siswa-siswi kelas 12 SMA binaan Yatim Mandiri Malang, tentang bagaimana caranya masuk perguruan tinggi melalui beasiswa bidikmisi. Acara ini di laksanakan di Ayam Goreng Nelongso Jalan Surabaya Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (13/1/2019).

Daerah

Mahasiswa Berbagi Tips untuk Menembus Beasiswa Bidikmisi

SMP Mutual Kota Magelang

MALANG – Sebagai generasi millenial, mestinya harus bisa bangkit dan mampu bermimpi. Asalkan semua itu dapat terealisasi, dengan besarmya usaha untuk mencapai itu semua.

Hal itu disampaikan Intan Maysaroh, mahasiswi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Jawa Timur saat memperkenalkan kepada siswa-siswi kelas 12 SMA binaan Yatim Mandiri Malang, tentang bagaimana caranya masuk perguruan tinggi melalui beasiswa Bidikmisi. Acara ini di laksanakan di Ayam Goreng Nelongso Jalan Surabaya Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (13/1/2019).

Acara tersebut tidak lepas dari kondisi bahwa, menjadi mahasiswa tentu tidak hanya belajar melalui perkuliahan saja. Tetapi sebagai mahasiswa juga harus terus dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Mahasiswa juga tidah hanya sekadar memperjuangkan IPK, tetapi mahasiswa harus bisa berkontribusi terhadap sesama. Mahasiswa selalu diupayakan terus membangun kualitas diri dan kehidupan di sekitarnya.

Alhamdulillah dengan adanya Bidikmisi dapat membantu saya, memang yang namanya rezeki pasti datang tanpa disangka-sangka,” tutur Intan.

Fendi dan Intan memberikan bagaimana tips untuk menembus perguruan tinggi dengan beasiswa Bidikmisi. Intan mengaku dari awal memang sudah sangat menginginkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Tetapi bukan difarmasi, awalnya saya menginginkan kuliah kedokteran,” jelasnya.

Fendi Fabbima, mahasiswa Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang menuturkan bahwa, sebuah perjalanan yang tidak mudah, sudah mengantarkan ia hingga sampai ke kota Malang tersebut. Begitu banyak cerita dan perjuangan yang ia lakukan untuk bisa berada pada kondisi saat ini.

Fendi juga menjelaskan bahwa, pada awalnya dia tidak menginginkan masuk ke perguruan tinggi sama sekali. Padahal dari segi kompetensi bisa dikatakan cukup untuk masuk ke perguruan tinggi. Akan tetapi tetapi setelah dikenalkan dengan beasiswa Bidikmisi, semangatnya menjadi berubah 180 derajat untuk menembus perguruan tinggi.

“Menurut saya yang paling penting adalah restu dari orang tua dan kekuatan spiritual kita, yaitu hubungan/koneksi kita dengan Allah. Ketika kita percaya dan yakin bahwa kita bisa melakukannya, disertai dengan doa, maka Allah akan mempermudah urusan kita,” jelasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?