Logo IKIP Veteran Semarang. (foto: seputarsemarang.com)

Daerah

Usai Lalui Sejarah Panjang, Kini IKIP Veteran Jadi Universitas

SMP Mutual Kota Magelang

SEMARANG – Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menerbitkan SK untuk perubahan bentuk pengelolaan pendidikan tinggi bagi IKIP Veteran Semarang. Semula kampus itu sebatas institut yang membawahi fakultas untuk pendidikan keguruan, sekarang berganti menjadi universitas.

Alhamdulillah, kami tentu saja bersyukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah ini. SK turun pada Bulan Desember 2018 dan perubahan institusi ini resmi diluncurkan Sabtu (12/1/2019),” tutur Ketua Yayasan IKIP Veteran Ahmad Suudi.

Didampingi Wakil Rektor III Tri Leksono, Suudi meceritakan IKIP Veteran memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya berubah bentuk sebagai Universitas Ivet (Univet) Semarang dengan telah diterbitkannya SK Kemristekdikti.

Berdirinya IKIP Veteran juga bermula dari IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) yang membuka IKIP Extension Yogyakarta Program Doktoral di Semarang pada 25 Februari 1965. Jurusan yang pertama kali diselenggarakan adalah ekonomi perusahaan, ekonomi koperasi, sejarah, hukum, inggris, dan seni rupa dengan jenjang sarjana muda.

Semakin berkembang

Kampus itu pun semakin berkembang untuk menyelenggarakan pendidikan keguruan yang berorientasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, juga mendidik mahasiswa berwawasan nasional dan berkarakter luhur.

Institusi itu juga berpandangan semakin baik kualitas guru dalam melaksanakan fungsinya, semakin terjamin pula kesiapan sebuah masyarakat untuk membangun negaranya.

”Perubahan status ini juga ikut didukung dengan peleburan Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran. Sesuai keinginan pemerintah lembaga pendidikan dalam satu yayasan sebaiknya dimerger. Kami melaksanakan saran itu untuk mendorong penguatan layanan pendidikan tinggi,” tutur Suudi.

Wakil Rektor III, Tri Leksono menambahkan kampus itu memiliki pandangan membangun layanan perguruan tinggi berbasis model kontributif, inovatif, dan technopreneursip. Semua itu bagian dari penyelenggaraan perkuliahan yang berkeinginan mencetak lulusan unggul.

”Keberadaan kami diharapkan dapat menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Khususnya pembangunan sumberdaya manusia Indonesia dengan mengembangkan dan memupuk sikap terbuka, responsif dan sensitif terhadap problem kependidikan nasional,” katanya dilansir suaramerdeka.com.

Selain itu Univet berkeinginan menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas untuk kebutuhan di Jawa Tengah dan seluruh daerah di Tanah Air. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?