Pelajar SDN Tanah Kedinding Surabaya Zahra Devina Arsinta Wardana bersama guru pendampingnya, Pancaningtias Asmara Dewi. (foto: jatimnow.com)

Inovasi Tokoh

Pelajar dan Guru SD Sulap Bonggol Bawang Jadi Bunga Hias


Siedoo, Di tangan pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Kedinding Surabaya, Jawa Timur, bonggol bawang putih bisa disulap menjadi bunga hiasan. Pemilik tangan kreatif itu adalah Devina Arsinta Wardana. Dari sampah bumbu dapur itu ternyata bisa menambah keindahan rumah.

Bersama sang guru pendampingnya, Pancaningtias Asmara Dewi, Zahra berkreasi membuat bunga hiasan. Bonggol bawang merah itu juga disulap menjadi bros kerudung.

Jika dilihat sekilas, tidak ada yang berbeda dengan bros maupun bunga meja yang dijual di pasaran. Warna-warni bunga hias dari bonggol bawang putih itu terlihat elok dan memesona.

Pancaningtias Asmara Dewi mengaku, ide mengolah limbah bawang putih itu ia dapat saat mengikuti workshop bersama ‘Tunas Hujau’. Setelah itu, mereka langsung mengumpulkan limbah bawang putih yang berserakan di Pasar Tradisional Pabean.

“Kami berinisiatif mengolahnya menjadi suatu kerajinan dan karya yang memiliki nilai kreasi serta nilai jual,” ungkap Dewi.

Selain itu, Dewi juga menyulap bonggol bawang putih menjadi bunga kering yang menawan. Karya itu sebagai media pembelajaran kepada para pelajar SDN Tanah Kedinding agar bisa menciptakan karya-karya terbaru.

“Para siswa juga bisa membawa bonggol bawang putih dari rumah, untuk nantinya dibuat kerajinan bersama di sekolah,” kata Dewi.

Sementara Zahra Devina Arsinta Wardana, siswa kelas 5 SDN Tanah Kedinding Surabaya mengungkapkan tidak ada kesulitan saat membuat kerajinan tersebut.

“Hanya butuh ketelitian saat memotong bonggol bawang putih, karena mudah patah,” ujar Zahra.

Dilansir jatimnow.com, Zahra menjelaskan, proses membuat bros maupun bunga dari bonggol bawang, pertama memisahkan antara kulit dan bonggol atau batang bawang putih. Kemudian, untuk menghasilkan irisan menyerupai bunga, bonggol bawang itu diiris kecil-kecil dengan metode miring.

Baca Juga :  Amany Lubis, Sejarah Rektor Perempuan Pertama UIN Jakarta

“Bahan yang dibutuhkan adalah kertas sebagai lampiran bunga. Kemudian lem, peniti untuk bros, daun dari kain planel untuk mempercantik. Untuk menambah kesan yang indah, di tengah bunga yang mekar ini ditambah dengan menempelkan beberapa butir merica,” jelas Zahra.

Ia mengaku, hasil karya yang pernah menjuarai lomba karya berbahan bawang putih tahun 2017 itu, sudah laku di pasaran. Untuk bunga hiasan harganya mulai Rp 3-7 ribu per tangkai. Sedangkan bros kerudung kami pasarkan dengan harga Rp 5 ribu.

“Bunga itu bisa awet sampai kapanpun asal tidak terkena air,” tandas Zahra. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang