Dosen Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Informasi (FMIPATI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Lilik Ariyanto (tengah), berhasil menjadi Doktor ke-59 UPGRIS. (foto: upgris.ac.id)

Tokoh

Penting, Mengasah Kemampuan Berpikir Anak Sejak Dini


SEMARANG – Calon guru matematika perlu dilatih berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah matematis. Tuntutan Kurikulum 2013 (K13) yang dirancang pemerintah, salah satunya mengenalkan siswa sejak dini. Dengan terbiasa mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) harus jadi perhatian tersendiri.

Pernyataan ini diungkapkan dosen Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Informasi (FMIPATI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Lilik Ariyanto. Hal itu disampaikan saat mempertahankan disertasinya dalam ujian program doktor ilmu pendidikan matematika di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

”Harapan dari K13 salah satunya menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan komunikasi dan berpikir kritis. Sayangnya masih banyak kendala dalam mewujudkan tujuan K13. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan 78.000 sekolah belum menerapkan K13,” jelas Lilik di Semarang.

Tuntutan lain bagi guru matematika ialah diminta berperan serta membuat soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan porsi 75 persen dan standar HOTS. Adapun, 25 persen soal USBN lainnya dibuat dari Kemendikbud.

Persoalannya, banyak guru belum bisa membuat soal berkualitas. Mereka terkesan dimanjakan berbagai fasilitas di buku dan lembar kerja siswa. Menurut dia, para guru di sekolah tersebut belum tahu kurikulum karena kurangnya sosialisasi dan pelatihan tentang K13.

Menurut Lilik, pengembangan matematis membutuhkan kemampuan berimajinasi kreatif. Kemampuan dalam memunculkan dan menciptakan permasalahan matematis yang baru ini tidak kalah pentingnya dibandingkan menyelesaikan soal.

Doktor ke-59 UPGRIS

Disertasi Lilik berjudul ‘Peranan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Discovery Learning, dalam Kemampuan Pengajuan Masalah, Berpikir Kritis dan Resiliensi Matematis Mahasiswa’. Disertasi itu berhasil mengantarkan Lilik meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan Matematika.

Sebagai Promotornya Prof. Dr. Tatang Herman M.Ed. dan Co-Promotor Prof. Dr. Utari Sumarmo. Dengan keberhasilan itu, Lilik menjadi Doktor ke-59 UPGRIS.

Baca Juga :  Soft Skills Jadi Faktor Dominan Bagi Kesuksesan Lulusan PT

Dilansir upgris.ac.id, Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH., M.Hum, mengapresiasi capaian para dosen muda yang produktif dan berprestasi di lingkungan perguruan tinggi.

”Saya harap dosen doktor muda ini mampu memotivasi dan meningkatkan keilmuannya demi perkembangan UPGRIS ke depan,” kata Muhdi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang