Membaca perlu diajarkan sejak dini. foto: lampusatu.com

Nasional

Anggota DPR Prihatin Minat Baca Rendah, Apa yang Harus Dilakukan

DPRD Kota Magelang

JAKARTA – Minat baca warga Indonesia sangat rendah dan memprihatinkan. Berdasar data dari UNESCO, menyebutkan minat baca hanya 0,001. Artinya, hanya ada satu orang dari 1.000 orang yang baca buku.

Lalu dari hasil studi "Most Litered Nation in the World" yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia menduduki rangking ke 60 dari 61 negara paling rendah minat bacanya. Indonesia berada persis di bawah Thailand (59) dan di atas Bostawa, Afrika (61).

Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menduga, minat baca rendah karena masyarakat Indonesia khususnya anak muda lebih asyik memandang telepon genggam daripada memegang buku. Perlu diketahui Indonesia menempati ranking kelima dunia pengguna gadget di Indonesia mencapai 60 juta.

“Masyarakat Indonesia itu menatap layar telepon genggam bisa berjam-jam. Tapi bila menatap buku mudah mengantuk dan punya kebiasaan menulis curhatan di media sosial daripada menulis dan belajar,” kata legislator dapil Jateng X ini dilansir dpr.go.id

Politisi Golkar ini mengimbau kepada para guru yang tergabung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ikut berpartisipasi aktif meningkatkan literasi. Itu agar dapat menjabarkan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila dalam aktivitas kegiatannya.

“Saya beraharap agar 5 sila dan 36 butir penjabarannya dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi menjaga persatuan dan kesatuan, memasuki tahun politik Pemilu 2019,” jelasnya.

Pengaruhi Kualitas Bangsa

Pustakawan Muda pada Perpustakaan Nasional RI, Priyo Sularso menyatakan para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak membaca. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia.

“Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera,” tulisnya di laman gpmb.perpusnas.go.id.

Rendahnya minat baca masyarakat, kata dia, sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia. Sebab, dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata mereka lebih unggul di sumber daya manusianya,” tegasnya.

Budaya membaca di negara maju telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari - harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini, perlu ditiru dan diterapkan pada masyarakat. Terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.

“Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya. Sedangkan kecerdasan dan pengetahuan dihasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang didapat, sedangkan ilmu pengetahuan kita dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya,” paparnya.

Dijelaskan, budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca. Yang dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan sosial yang dinamis.

Ditegaskan, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuhkan minat baca sejak dini. Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja, maka di zaman sekarang yang sudah serba digital.

“Membaca tidak lagi terpaku pada membaca kertas karena segala informasi terkini telah tersedia di dunia maya/ internet dan media elektronik lainnya,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang