Ilustrasi

Nasional

Tahun 2019 Penerima Beasiswa Bidikmisi Naik, Ini Jumlahnya


SEMARANG – Alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi akan ditingkatkan. Termasuk, kuota bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Hal ini mengingat, Pemerintah Pusat akan berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia pada tahun 2019.

“Ini perintah dari Presiden, supaya kalau bisa Bidikmisi dinaikkan 50 persen,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan Kuliah Umum “Membangun Generasi Milenial Indonesia yang Berkarakter dengan Semangat Prestasi” di Auditorium Profesor Wuryanto Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ditandaskan, pada tahun 2018 kuota nasional Bidikmisi mencapai 85 ribu mahasiswa. Dengan demikian, pada tahun 2019, pemerintah akan meningkatkan anggaran Bidikmisi agar penerimanya bisa mencapai 130 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Prioritas pembangunan akan digeser dari infrastruktur ke pembangunan SDM,” tambah Nasir dalam rilisnya.

Menteri Nasir juga menyampaikan kiat berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0 kepada mahasiswa Bidikmisi Unnes. Menteri Nasir menyampaikan mahasiswa perlu membuat visi hidup dan target yang akan dicapai paling tidak 10 tahun ke depan.

“Anda buat curriculum vitae (yang menjelaskan) 20 tahun lagi akan menjadi apa. Nanti dikawal untuk mencapai tujuan itu. Saya yakin Anda pasti bisa,” ungkap mantan Rektor Undip Semarang ini.

Bagi masyarakat, beasiswa Bidikmisi telah diakui sangat bermanfaat. Beasiswa itu dinilai dapat memotong mata rantai kemiskinan karena anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan mewujudkan kehidupan lebih baik.

Pada 2018 mahasiswa Unnes yang mendapatkan Program Beasiswa Bidikmisi berjumlah 1.208 mahasiswa dengan total mahasiswa aktif penerima Bidik Misi berjumlah 6.004 mahasiswa.

Selain Bidikmisi, Pemerintah melalui Unnes juga memberikan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) kepada 1.320 mahasiswa pada 2018. Unnes juga menerima mahasiswa yang mendapat Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua, Papua Barat dan wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan jumlah 108 mahasiswa.

Baca Juga :  Kembali, Belanda Beri Kesempatan Pendidikan Doktor

Rektor Unnes Fathur Rokhman memaparkan, mahasiswa Bidikmisi di kampusnya telah menunjukkan prestasi yang gemilang. Selain prestasi akademik, mahasiswa bidikmisi banyak yang sukses menjadi pengusaha dan inovator.

“Beberapa mahasiswa bahkan mengundurkan diri dari bidikmisi karena wirausahanya berhasil. Mereka merasa tidak lagi perlu beasiswa sehingga beasiswa tersebut diberikan kepada adik kelas yang lebih membutuhkan,” kata Fathur Rokhman.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, beserta para wakil rektor dan para dekan di Unnes serta tamu undangan lainnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot