Menpora Imam Nahrawi berada di antara pelajar NU. foto: kemenpora.go.id

Kegiatan Nasional

Cetak Atlet dari Pelajar NU, Menpora Usulkan Pekan Olahraga IPNU – IPPNU

SMP Mutual Kota Magelang

CIREBON – Muktamar NU tinggal satu tahun lagi. Terakhir digelar di Jombang, Jawa Timur, Agustus 2015. Tahun 2020 merupakan muktamar ke-34. Guna mencetak kader NU menjadi atlet-atlet, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengusulkan adanya pekan olahraga Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) dalam Muktamar NU mendatang.

“Saya berharap akan hadir atlet-atlet dari kader IPNU dan IPPNU dengan latar belakang seorang santri, yang berprestasi di bidang olahraga dan berjuang untuk Indonesia,” katanya dilansir dari kemenpora.go.id.

Menpora juga menggaungkan Semangat Olahraga Bagi Pemuda IPNU IPPNU. Disampaikan bahwa, olahraga dan pemuda saling berkaitan satu sama lain. Olahraga merupakan ruang bersua bagi Indonesia di mata dunia, dan pemuda adalah aset bangsa.

Menurut Menpora, capaian 31 emas pada pagelaran Asian Games 2018 adalah kesuksesan bersama yang seharusnya menjadi motivasi bagi para pemuda NU dalam meningkatkan prestasi di bidang olahraga.

“Kesuksesan momen olahraga terbesar tahun ini, Asian Games 2018 adalah keberhasilan kita bersama, hasil dari perjuangan para atlet dan hasil dari doa kita semua,” katanya.

Hal itu disampaikan saat Kongres XIX, IPNU dan Kongres XVIII IPPNU di Ponpes KHAS Kempek, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat baru-baru ini. Menpora juga menyampaikan rasa bangga terlaksananya Kongres IPNU dan IPPNU kali ini, dan berharap agar kader-kader NU dapat menjadi pemimpin bangsa.

“Saya yakin diantara ribuan kader disini, kelak akan menjadi pemimpin bangsa, menjadi menteri, bupati dan sebagainya,” tambahnya.

Dalam pembukaan kongres tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan para pelajar agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia. Terutama, perubahan teknologi yang terjadi dengan sangat cepat.

Dia mengatakan, perubahan itu akan turut mengubah perilaku manusia sehingga para pelajar harus menjadi manusia unggul, cerdas, inovatif, dan tetap cinta tanah air.

“Jangan sampai pelajar NU malah terjebak jadi ahli hoaks,” katanya dilansir dari tempo.co.

Presiden meminta pelajar NU harus menjadi ahli robotik dan artificial intelligence serta memahami internet of things hingga virtual reality untuk merespons perubahan global. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?