Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, saat berbicara dalam Taklimat Media Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018). (foto: kemdikbud.go.id)

Nasional

Terkait Pendidikan Kecakapan Hidup, Kemdikbud Luncurkan Paket Modul

DPRD Kota Magelang

JAKARTA – Usai Taklimat Media Akhir Tahun 2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan salah satu program 2019. Muhadjir mengatakan, Kemendikbud akan memberikan dasar-dasar keterampilan hidup atau basic life skills kepada siswa, salah satunya mengenai pendidikan mitigasi bencana.

Ada lima paket modul yang sudah disiapkan Kemendikbud, yakni modul tentang bahaya narkoba, menangkal radikalisme, kesadaran hukum berlalu lintas, pendidikan antikorupsi, dan pendidikan mitigasi bencana. Kelima modul tersebut tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, melainkan akan dilebur ke dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah.

“Jadi nanti satu paket di dalam PPK, dan masih terbuka kalau ada hal tertentu yang masih harus masuk, akan kita masukkan. Kita usahakan mulai tahun ajaran 2019,” ujar Mendikbud di Kantor Kemendikbud.

Mendikbud menegaskan, pendidikan mitigasi bencana yang dimasukkan ke dalam kurikulum tidak akan berupa mata pelajaran khusus. Dia mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan sekolah sebagai tempat pembuangan akhir atau solusi terakhir dalam menyelesaikan masalah.

“Sekolah jangan dijadikan tempat pembuangan akhir. Sehingga, kalau ada masalah kemudian masuk kurikulum, kemudian masalah selesai. Ini yang harus dipahami,” tegasnya.

Secara teknis, tutur Mendikbud, pendidikan mitigasi bencana diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar tanpa melalui mata pelajaran khusus.

“Sebetulnya proses belajar mengajar dibikin seluwes mungkin, dengan waktu yang cukup. Dengan ketentuan guru mengajar 8 jam, memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengatur jam belajar lebih luwes,” tuturnya.

Mendikbud menuturkan, pendidikan mitigasi bencana butuh keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orang tua, masyarakat, maupun kementerian/lembaga lain. Sebelumnya Kemendikbud sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyusunan modul dan pemberian pelatihan kecakapan hidup.

Dikatakan Muhadjir, sekolah atau guru juga harus ada kerja sama dengan BNPB, terkait pembelajaran mitigasi bencana. Kemudian dalam pembelajaran pendidikan karakter, cukup beberapa kali pertemuan.

“Dilihat mana yang cukup dengan pemberian informasi dan pengetahuan, dan mana yang perlu dibekali kecakapan atau keterampilan khusus seperti kebencanaan. Itu (pendidikan kebencanaan) perlu ada kecakapan khusus yang dilatih ke siswa,” katanya, seperti siaran pers resmi.

Modul sudah disiapkan Kemendikbud melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) dan bekerja sama dengan BNPB. Salah satunya adalah Modul “Pendidikan Tangguh Bencana: Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia”.

Guna lebih cepat direalisasikan, modul tersebut bisa diunduh di tautan berikut: http://repositori.kemdikbud.go.id/6107/1/BukuNotesBencana2017.pdf . (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang