Pengurus KagamaCare bersiap berangkat membantu korban tsunami. foto: ugm.ac.id

Nasional

KagamaCare Terjun Langsung Bantu Korban Tsunami


YOGYAKARTA – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menaruh perhatiannya kepada korban trunami pesisir Banten dan Lampung, dampak dari meletusnya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Lewat KagamaCare, komunitas ini menerjunkan bantuan kepada korban yang masih hidup.

Sulastama Raharja, perwakilan KagamaCare menyatakan, saat ini tim assessment yang terdiri dari 5 relawan telah dikirim untuk melakukan pengecekan kondisi di daerah Lampung Selatan. “Tim tersebut nantinya yang akan menyiapkan posko, program kerja, dan penyaluran logistik sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Letusan gunung tersebut, membuat gelombang air laut naik dua meter. Lalu menerjang kedua daerah tersebut. Setidaknya 429 orang tewas dan 1.485 orang terluka. Selain itu, saat ini sekitar 16.082 orang dipastikan mengungsi karena rumah mereka roboh.

Disebutkan, pria yang akrab disapa Komo ini, KagamaCare sudah melakukan penggalangan dana di lingkaran alumni UGM melalui media sosial. Nantinya, hasil yang terkumpul akan disalurkan KagamaCare dengan bantuan Kagama Lampung.

Selain itu, KagamaCare kali ini menggandeng partner non-UGM dalam memberi bantuan. Yakni, Global Medical Canada dan Indopeduli Adelaide.

Kerja sama ini untuk mewujudkan pengadaan bantuan berupa personel relawan dan peralatan, seperti alat penyuling air serta tenda. KagamaCare juga bersinergi dengan Disaster Respon Unit (DERU) UGM untuk pengiriman relawan yang selanjutnya akan bekerja seperi di Lombok dan Palu terdahulu.

Komo menyatakan, bantuan ini adalah wujud solidaritas para alumni UGM sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dengan bantuan ini, ia berharap dapat membantu korban bencana tsunami ini untuk bangkit kembali.

“Semoga masyarakat yang menjadi korban tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Pemerintah dan relawan akan bekerja sebaik mungkin untuk membantu dan meringankan beban mereka. Jangan pernah berhenti berharap dan merasa sendirian,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot