Museum Gunungapi Merapi (MGM) dengan luas bangunan sekitar 4.470 M2 berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar. Museum ini ke depan yang ke depan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa ini ingin dikenal masyarakat sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’. (foto: jogjaspace.com)

Opini

Belajar Vulkanologi di Museum Gunungapi Merapi

SMP Mutual Kota Magelang

Siedoo, Kepulauan Indonesia terletak di atas cincin api (ring of fire). Indonesia merupakan negara dengan banyak gunung aktif dan sering terjadi gempa. Tercatat ada sekitar 127 gunung aktif di Indonesia, dan salah satu gunungapi paling aktif adalah Gunung Merapi.

Gunung Merapi terletak di sisi utara Kota Yogyakarta. Keberadaan gunung Merapi tersebut juga menjadi ciri khas kota wisata Yogyakarta. Secara administratif gunung Merapi masuk 4 daerah di 2 provinsi.

Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.

Di wilayah Kabupaten Sleman inilah didirikan Museum Gunungapi Merapi (MGM). Tepatnya di Jalan Kaliurang Km. 22, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Berjarak sekitar 30 km arah utara Kota Yogyakarta.

MGM merupakan museum bersejarah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya, dan kebencanaan geologi lainnya.

Informasi bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain. Banyak informasi yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya dapat dipelajari di MGM.

Geo-wisata edukatif

MGM menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian. Dalam upaya mencerdaskan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya.

Salah satu ruang pamer dalam Museum Gunungapi Merapi (MGM). (foto: ardiankusuma.com)

Dengan kata lain, MGM merupakan geo-wisata yang menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan. Serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.

Lima informasi edukasi

Informasi yang disampaikan di Museum Gunungapi Merapi, di antaranya: Satu, informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi. Dicerminkan di antaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.

Dua, informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil di permukaan bumi. Di antaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.

Ketiga, informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini. Serta upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.

Keempat, informasi sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.

Kelima, informasi aspek sosial budaya di antaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi. (*)

 

 

*Narwan, S.Pd

Pemerhati masalah edukasi dan geografi, tinggal di Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?