MenPAN-RB Syafruddin. foto: rebuplika.co.id

Nasional

Guru Honorer Berpeluang Besar Menjadi P3K, Ada Dua Fase Rekrutmen


JAKARTA - Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) memberikan peluang besar kepada tenaga honorer, termasuk di dalamnya guru honorer. Hal ini seperti yang diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin di bawah ini.

“P3K terbuka untuk seluruh profesi ahli yang dibutuhkan secara nasional dan sangat berpeluang untuk tenaga honorer yang telah lama mengabdi,” kata mantan Wakapolri ini dilansir dari bkn.go.id.

Dalam seleksi P3K yang mengacu pada PP No 49 Tahun 2018 tentang Manajeman P3K, juga akan terbuka untuk ‘kaum’ diaspora. Diaspora merupakan orang-orang Indonesia yang menetap di luar Indonesia.

“(Dibutuhkan) Juga bagi para Diaspora yang kehadirannya dalam birokrasi diharapkan dapat berkontribusi positif bagi Indonesia,” tambah Syafruddin.

Dinyatakan, rekrutmen P3K akan dilakukan dengan sangat terbuka, karena diselenggarakan secara umum yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Batas usianya maksimal dua tahun sebelum batas usia pensiun dari jabatan yang akan dilamar.

“Selain itu P3K diharapkan dapat merekrut tenaga profesional dengan tujuan meningkatkan SDM di Indonesia terutama yang memiliki usia di atas 35 tahun, yaitu batas usia rekrutmen CPNS,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menjelaskan, teknis penyusunan kebutuhan P3K sama dengan teknis penyusunan kebutuhan CPNS. Instansi mengusulkan kebutuhan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) kemudian BKN memberikan pertimbangan teknis pada KemenPAN-RB terkait kebutuhan formasi tersebut.

Bima menambahkan kebutuhan formasi tersebut juga disesuaikan dengan ketersediaan alokasi belanja pegawai Daerah. “Yang tidak lebih dari 50%,” tandasnya.

Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan rekrutmen P3K rencananya akan terbagi menjadi dua fase rekrutmen. Fase pertama akan dilaksanakan pada pekan keempat Januari 2019.

"Fase kedua akan diselenggarakan setelah Pemilu yang berlangsung pada April tahun 2019,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?