Prosesi wawancara SKB di IAIN Salatiga. foto: kemenag.go.id

Nasional

Canggih, Sesi Wawancara SKB CPNS Kemenag Berbasis Aplikasi


SALATIGA – Sistem seleksi CPNS tahun 2018 semua berbasis informasi teknologi (IT), mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas, tes SKD dan SKB, hingga wawancara. Hal ini mendapat apresiasi dari Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Rahmat Hariyadi. Yang cukup menakjubkan, baginya adalah sesi wawancara dengan aplikasi.

“Baru tahun ini kita melakukan wawancara dengan aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Agama RI sehingga lebih objektif dan terukur,” ujarnya dilansir dari kemenag.go.id.

Dalam penerimaan CPNS tahun ini, IAIN Salatiga, Jawa Tengah membuka 31 formasi, di dalamnya untuk posisi dosen dan jabatan fungsional tertentu. Yang sampai SKB, terdapat 68 orang.

“Pada tahun lalu, penilaian wawancara masih manual dan kini sudah menggunakan aplikasi yang mudah, standar dan akuntable,” lanjutnya.

Selaku pimpinan IAIN yang sedang proses menuju UIN, Hariyadi menandaskan kampusnya membutuhkan profil dosen dan tenaga kependidikan yang tidak hanya bisa mengajar di kelas. Tetapi, juga berkontribusi pada pengembangan lembaga melalui gagasan brillian, karya ilmiah dan prestasi yang bagus.

Pihaknya juga membutuhkan dosen yang mampu menginspirasi dan memotivasi mahasiswa untuk menjawab tantangan masa depan. Ditandaskan, civitas akademika IAIN harus mampu membuka wawasan dan cakrawala mahasiswa tentang dunia global.

“IAIN adalah pengawal dan pengembang Islam moderat (wasathiyah) di Indonesia, karenanya dosennya harus dipastikan sebagai sosok yang moderat, damai dan toleran,” tegas Haryadi.

Pihaknya mengharapkan dosen agama maupun umum juga para tenaga kependidikan dapat menjadi pilar Islam wasathiyah. “Model keberagamaan ini penting untuk menjawab tantangan Indonesia dan tantangan global,” tegasnya.

Seleksi SKB berlangsung 17-19 Desember 2018 di seluruh Indonesia pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan PTKIN. Untuk Tim Seleksi dari Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan IAIN Salatiga. Diantaranya, Rahmat Hariyadi Rektor IAIN Salatiga, Agus Waluyo Wakil Rektor I, Kastolani Wakil Rektor II, Khaeroni Kepala Biro AUAK, Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan dan Ilya Muhsin Dosen IAIN Salatiga.

Baca Juga :  Guru Honorer dari Berbagai Daerah Siap Kepung Jakarta

Di sisi lain, Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag DIY Wahid Jamil menyampaikan ada 40 pengawas yang bertugas mengawal berjalannya tes SKB CPNS Kanwil Kemenag DIY. SKB ini berlangsung sejak 17 Desember 2018. “Kita ada 40 pengawas yang bertugas untuk jalannya tes CPNS ini,” kata Wahid.

SKB CPNS Kanwil Kemenag DIY berlangsung di MAN 3 Sleman. Dijelaskan Jamil, sampai hari kedua, 18 Desember proses tes berjalan lancar dan baik.

Hari ketiga SKB, 19 Desember, dilakukan tes wawancara. Putra asli Bantul ini berharap rangkaian SKB CPNS tahun 2018 ini berjalan sukses. Ditambahkan Jamil, selain tim pengawas dari Kanwil Kemenag DIY,  ada juga beberapa pengawas dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk jadwal wawancara digelar dalam rentang 18 – 19 Desember. Wawancara dilakukan berbasis aplikasi yang telah disiapkan tim Kemenag. Sedangkan untuk praktik kerja,  berlangsung dalam rentang 18 – 21 Desember.

Total pendaftar CPNS Kementerian Agama tahun 2018 mencapai 265.264 orang. Jumlah itu adalah yang mendaftar secara online melalui SSCN BKN. Namun,  hanya 242.636 yang mengirimkan berkas dan 217.251 di antaranya dinilai memenuhi syarat.

“Total yang mengikuti tahap SKD berjumlah 206.269 orang dan lulus ke tahap SKB sebanyak 30.742 orang,” kata Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan.

“Mereka akan memperebutkan 17.175 formasi CPNS Kemenag,” tambahnya. Hasil SKB dan SKD ini akan dikoordinasikan dengan Panselnas CPNS untuk diintegrasikan. Hasil akhir kelulusan CPNS Kemenag tahun 2018 akan diumumkan oleh Panselnas. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang