Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar seminar nasional tentang Pendidikan Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0. DWP UNY juga menyerahkan dana bantuan pendidikan pada sembilan orang siswa putra - putri tendik UNY. foto : Humas UNY

Daerah

Seminar Pendidikan Kesehatan, Bentuk Eksistensi DWP UNY 

SMP Mutual Kota Magelang

YOGYAKARTA – Pada era revolusi industri, banyak yang menggunakan robot untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Maka, secara otomatis manusia kurang banyak gerak dan lebih banyak duduk saja.

“Hal itu banyak berpengaruh pada organ tubuh lainnya,” kata Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Supadminingsih.

Dengan alasan itu, maka digelar acara Seminar Nasional bertema “Penguatan Wawasan Pendidikan Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini dibuka langsung Rektor UNY Sutrisna Wibawa dan diikuti lebih dari 200 anggota DWP UNY.

Ketua panitia seminar itu menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Ibu tahun 2018. “Untuk itu kami gagas seminar ini dalam menghadapi tantangan kedepan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Yayi Suryo Prabandari dari Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM berbicara tentang usia pensiun. Ada beberapa pertanyaan yang timbul menjelang purna kerja.  Diantaranya kesiapan untuk menghadapi masa pensiun, perencanaan keuangan, pengembangan minat, hobby, aktivitas sosial/sukarela atau belajar hal yang baru atau opini keluarga dan sahabat atas pensiunnya.

Karena dengan purna tugas, ada beberapa kegiatan yang terhenti, seperti rutinitas dan identitas. Untuk itu perlu ada beberapa hal yang dibicarakan sebelum pensiun seperti komitmen, hasrat, keuangan, kesehatan, kembangkan rencana, melakukan aksi dan kompromi dengan keadaan.

Menurut dia, sebelum masuk masa pensiun perlu mewaspadai gejala post power syndrome. Seperti kesedihan yang berkepanjangan, cemas, hampa, hilang kesenangan dan daya tarik kegiatan rutin, gangguan tidur dan makan.

Bahkan cepat tersinggung, marah atau sering menangis. “Untuk itu silahkan keluar rumah,” kata Yayi. “Cari teman lama, travelling, ikut komunitas hobby atau gabung dengan perkumpulan,”.

Ia pun menyarankan untuk selalu berpikir positif agar bisa mengatasi stress. Selain itu, dengan melakukan beberapa hal sesuai hasrat dan minat, akan dapat mengisi masa pensiun dengan senang hati.

Sementara itu, Kepala Klinik Geriatri RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Probosuseno memaparkan bahwa, usia lansia perlu mempersiapkan diri dan sadari apa yang akan terjadi pada tubuh.

“Ingin sehat, jarang sakit silahkan makan minum yang thoyib dan halal,” katanya.

Tidak lupa juga olahraga, lingkungannya yang bersih, bertaqwa, tidur cukup dan aktif dalam kegiatan sosial. Pengajar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM tersebut menegaskan bahwa, dalam usia lanjut banyak penyakit yang mendekat.

Seperti diabetes, osteoporosis atau tekanan darah tinggi. Pengendaliannya melalui penurunan berat badan, pengurangan asupan garam dan gula serta perbanyak olahraga. Probosusesno berpesan pada para lansia agar tetap menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi minuman keras, rokok dan menjaga suasana lingkungan tetap kondusif.

Dalam kesempatan ini DWP UNY menyerahkan dana bantuan pendidikan pada sembilan orang siswa putra – putri tendik UNY. Mulai jenjang SD hingga SMA. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?