Siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang tengah serius berlatih untuk meningkatkan softskill.

Daerah

Siswa Tingkatkan Kemampuan Softskill Sebelum Lulus

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sebanyak 13 siswa – siswi kelas XII SMA Muhammadiyah Kota Magelang mengikuti pelatihan softskill. Pelatihan ini dilakukan dalam rangka membekali siswa dengan kemampuan wirausaha serta kecakapan hidup sebelum kelulusan dan terjun ke masyarakat.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 21 April 2017 ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dalam kegiatan ini diperkenalkan metode praktis dalam usaha mendorong semangat berwirausaha bagi siswa yang berkunjung.

Tujuan utama yang ingin dicapai oleh pihak sekolah dari kegiatan ini untuk melatih anak dalam rangka pembekalan sebelum kelulusan. Dengan adanya pelatihan singkat, sekolah memberikan fasilitas dan ruang bagi para siswa untuk memiliki banyak kemampuan sebagai bekal hidup mereka dikemudian hari.

Adapaun pelatihan yang didapatkan dari kunjungan singkat ini diantaranya adalah dari kompentensi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Para siswa diperkenalkan dan diajarkan secara singkat oleh Arif Suwatno SP selaku guru bidang komptensi ATPH dan pembimbing kegiatan pelatihan tentang budidaya seledri, jamur, serta  pertanian dengan model hidroponik verikultur yaitu budidaya hidroponik secara vertikal.

Dari kompetensi jurusan bidang Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP), para siswa diperkanalkan pelatihan pembuatan dan pengolahan susu kedelai.

“Pembuatan dan pengolahan susu kedelai ini dibuat dengan bahan baku murah tapi berkualitas. Hal ini dapat mendorong peserta untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, khususnya bagi para pemula,” kata Nurul Chasanah, Ketua Jurusan TPHP.

Sedangkan jurusan bidang Agribisnis Perikanan (API) memperkenalkan tentang budidaya perikanan bagi para siswa. Budidaya daya ini dipilih karena, selain media yang digunakan cukup murah, juga dapat dijalankan sebagai usaha sambilan. Dengan adanya kunjungan yang sering dilakukan oleh beberapa pihak ini, SMK berharap ilmu yang mereka peroleh dapat bermanfaat bagi peserta.

“Setelah pelatihan ini mereka dapat menerapkan materi yang diperoleh dilingkungan masyarakat maupun keluarga,” kata Ika Suhartiningsih SP, Ketua Jurusan ATPH.

Namun untuk dapat mempelajari secara lebih dalam dan mendetail tentang bidang tertentu, pelatihan tersebut diharapkan dapat diberi tambahan waktu yang cukup memadai. Dengan waktu yang cukup, diharapkan siswa yang berkunjung juga dapat dibekali dengan kemampuan yang lebih.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanan siswa, utamnya kelas XII. Dengan durasi waktu ditambahkan lagi, jika memungkinkan 1 hari 1 bidang kompetensi,” jelas Ika.

Apa Tanggapan Anda ?