Para siswa SMA Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah mengerjakan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) menggunakan smartphone. (Foto: suaramerdeka.com)

Teknologi

Berani Beda, SMA Ini Gunakan Smartphone untuk Ujian


KEBUMEN – Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) tingkat SMA berlangsung dari 26 November – 6 Desember 2018. Pelaksanaan PAS di SMA Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah berbeda dengan sekolah lain.

Jika sekolah lain, para peserta didik sibuk mengerjakan soal di kertas lembar jawaban. Para murid di SMA Muhammadiyah Gombong menggerjakannya menggunakan telepon pintar alias smartphone.

Pelaksanaan PAS tersebut berbasis Android atau Android Based Test (ABT). Ujian menggunakan Android salah satu program SMA Muhammadiyah Gombong sebagai sekolah yang memiliki motto ‘Modern School’.

Ketua Panitia Pelaksanaan PAS, Priyatno S.Kom mengatakan, SMA Muhammadiyah Gombong merupakan sekolah menengah atas pertama di Kebumen yang menerapkan ujian berbasis Android.

Sistem ini mirip dengan CBT (Computer Based Test) yang dipakai pada ujian nasional (UN). Namun, medianya berupa Android. Selain sebagai jembatan kemajuan teknologi, penggunaan Android sebagai alat ujian guna memanfaatkan teknologi dengan baik.

Priyatno mengungkapkan, selama ini para siswa banyak yang menggunakan Android sebagai alat komunikasi. Mereka sangat mahir mengoperasikan Android. Jadi, agar Android bermanfaat dengan baik, maka android difungsikan untuk ujian.

“Ini juga sebagai latihan bagi anak untuk menghadapi ujian nasional ataupun ujian masuk perguruan tinggi berbasis CBT. Anak-anak dilatih untuk tidak terbatas pada Paper Bases Test (PBT),” ungkap Priyatno.

Kurangi kecurangan

Menurut Priyatno, ujian berbasis Android memberikan beberapa keuntungan. Antara lain mengurangi kecurangan, biaya lebih hemat, pengoreksian lebih mudah, dan aplikasi nyaman digunakan.

ABT mampu mengurangi tingkat kecurangan siswa, seperti menyontek. Siswa cenderung kesulitan untuk menyontek temannya karena soal diacak. Setiap meja dengan meja lainnya tidak sama soal tesnya. Hal ini dapat melatih kejujuran siswa dalam ujian.

Dari segi biaya, dilansir suaramerdeka.com, Priyatno mengatakan, ujian menggunakan Android jauh lebih hemat. Kertas tidak lagi dibutuhkan dalam jumlah banyak. Kertas hanya digunakan untuk coretan pada mata pelajaran tertentu.

“Kami juga turut memberi sumbangsih terhadap hemat kertas untuk keselamatan bumi dan mengurangi pemanasan global,” katanya.

Kelebihan lainnya, ujian menggunakan Android lebih mudah dalam pengoreksian. Koreksi dilakukan oleh sistem, nilai lebih cepat diketahui, ketepatan lebih akurat, sehingga lebih efektif dan efisien. Tidak hanya baik bagi sekolah, ujian berbasis Android juga baik bagi siswa. Sistem yang mudah dioperasikan membuat siswa nyaman selama proses ujian.

Demi kelancaran, siswa dilatih melalui simulasi terlebih dahulu selama dua kali yakni 22-23 November 2018. Dari simulasi, panitia dapat mengantisipasi kendala dan memberikan pengarahan pengoperasian sistem kepada siswa.

“ABT diharapkan menjadi terobosan baru bagi SMA Muhammadiyah Gombong dalam pemanfaatan teknologi secara maksimal,” jelas Priyatno. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?