Menristekdikti Mohamad Nasir. foti: ristekdikti.go.id

Teknologi

Berikan 7 Penghargaan, Menristekdikti Berbicara Inkubasi Bisnis


JAKARTA – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong setiap perguruan tinggi harus memiliki inkubasi bisnis. Hal ini untuk mengembangkan inovasi agar bisnis tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi berbasis teknologi.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjual barang dari luar ke dalam kampus, itu bukan inkubasi namanya. Tapi perlu inovasi yang dihasilkan oleh kampus, dan itu berbasis teknologi,” katanya dalam pers rilis.

Menristekdikti menyampaikan pentingnya mempertemukan antara inventor, inovator, dan incubator. Karena, negara dapat dikatakan maju jika UMKM-nya diatas 5%, sedangkan Indonesia baru 1,6%.

“Ini masih jauh dari yang kita harapkan, karena itu, sesuai amanat Presiden, kita perlu menggenjot inovasi menjadi industry,” ucapnya.

Jika perguruan tinggi memiliki riset serta membuat prototipe dan inovasi, maka perlu ada yang diterapkan pada industri. Hal tersebut tentu akan berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan proses inkubasi.

“Sehebat apapun penelitian, sehebat apapun inovasi, jika tidak diinkubasi ke industri akan tidak ada artinya,” tutur Nasir.

Sampai dengan tahun 2018, Kemenristekdikti telah memperkuat kelembagaan 44 IBT (Inkubator Bisnis Teknologi), serta menumbuhkan lima IBT baru di luar Pulau Jawa yang masih kekurangan IBT.

“IBT ini penting dalam pengembangan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di Indonesia, maka perlu penguatan kelembagaan dalam peningkatan fungsi utamanya,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo.

Inkubator Bisnis Teknologi merupakan lembaga intermediasi yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha pemula berbasis teknologi selama periode waktu tertentu. Peran IBT meliputi pendampingan dan pelayanan dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Inkubator Wirausaha dan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 24 Tahun 2015 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Inkubator Wirausaha.

Pada kesempatan tersebut Menteri Nasir memberikan penghargaan kepada tujuh IBT dalam menghasilkan perusahaan pemula terbaik.

Tujuh IBT tersebut adalah:

  1. Incubie Institut Pertanian Bogor (IPB)
  2. Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI)
  3. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (LPPM UNY)
  4. Skystar Venture Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
  5. Inkubator Wirausaha Inovasi Jawa Tengah (Inwinov Jateng)
  6. Maleo Techno Centre. (Siedoo)
Apa Tanggapan Anda ?