Peserta kompetisi WSA. foto: kemdikbud.go.id

Internasional Tokoh

Sisihkan 19 Negara, Indonesia Juara Umum WSA, Boyong 6 Emas


JAKARTA – Di kancah internasional, prestasi Indonesia tak dapat diremehkan. Terbaru, dalam kompetisi Word Skills Asia (WSA), negara kepulauan ini berhasil menjadi juara umum. Dalam ajang ini, siswa lulusan SMK mampu menjadi juara umum menyisihkan 19 negara. Enam medali emas dan 3 perak diborong dari kompetisi yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 24-29 November 2018.

“Ini sangat membanggakan. Itu melebihi target,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dilansir kemdikbud.go.id.

Target awal dalam kompetisi yang digelar dua tahunan tersebut, hanya 3 emas dari 17 ajang yang dilombakan. WSA digelar untuk meningkatkan daya saing Asia dan meningkatkan persaudaraan di antara negara-negara Asia. 19 negara yang mengikuti, Taiwan, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Indonesia, Oman, Arab Saudi, Malaysia, Kuwait, Mesir, Russia, Belarus, Barbados, Jerman, India, Belgia, Amerika Serikat, Finlandia, dan Brazil.

Enam siswa yang berhasil mendapatkan medali emas, yakni Luki Centuri untuk bidang lomba Web Design; Firli Rizki untuk bidang lomba Electrical Installation; Rizki Muhammad untuk bidang lomba IT Network System Administration; Hengky Sanjaya untuk bidang lomba IT Software Solution for Business; Isnaeni Wulandari untuk bidang lomba Fashion Technology, dan; A.Nur Fatkhul Cholbi untuk bidang lomba Refrigeration and Air Conditioning.

“Para siswa kita memiliki kemampuan yang sama dengan para juara-juara kita,” terang Mendikbud.

Sedangkan medali perak diraih oleh Salyan Alqosomi untuk bidang lomba Welding; Mustaqim untuk bidang lomba Automobile Technology, dan; M. Khairul Abdulloh untuk bidang lomba Electronics.

Anggota delegasi Indonesia tersebut adalah lulusan SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Kendal, SMKN 4 Surakarta, SMKN Bandung, SMKN 2 Banyumas, SMKN 2 Kota Serang, SMKN 2 Sukohardjo, SMK PGRI 3 Malang, dan SMK Immanuel.

Dipersiapkan sejak Tahun 2017

Luki Centuri peraih medali emas untuk bidang Web Design, menyampaikan rasa bahagianya bisa mendapatkan juara pertama. Untuk mengikuti lomba ini, dia sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2017.

“Mengikuti kompetisi ini sangat menyenangkan, bisa bertemu anak-anak muda dari berbagai negara, dan lawan berat saya dari Korea Selatan, karena kerja mereka sangat cepat dan teliti,” ungkap Luki saat menceritakan pengalamannya.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Hengky Sanjaya, peraih medali emas bidang IT Software Solution for Business. Ia sangat senang bisa mendapatkan medali emas. Dari ajang tersebut Hengky mendapatkan banyak pengalaman, dan bertemu pemuda-pemuda hebat.

“Saya berharap mengikuti ajang Internasional ini dapat terus dilakukan,” ungkap Hengky.

Untuk para siswa peraih medali emas tersebut, Kemendikbud memberikan penghargaan berupa pelakat dan uang pembinaan sebesar Rp 27 juta. Sedangkan untuk medali perak diberikan pelakat dan uang pembinaan sebesar Rp 22 juta. Selain itu, kepada seluruh peraih medali, juga akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan baik di dalam negeri ataupun di luar negeri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Persiapan untuk mengikuti ajang WSA tahun ini dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud bekerjasama dengan P4TK BOE Malang dan mitra sponsor dari Pusat Pelatihan Garmen Bandung, UNIKOM, PT. Aditama Karsa, PT. INTI, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, OTO Flash Jakarta, PT. Astra Daihatsu Motor, dan Universitas Bina Nusantara.

Pelatihan yang dilakukan institusi partner mengacu pada standart kompetensi internasional. Untuk kompetisi kejuruan selanjutnya, Indonesia akan mempersiapkan diri mengikuti kompetisi Internasional di Rusia tahun 2019. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?