Taruna/taruni Akmil diajak untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai momentum meneladani segala amal perbuatan. Baik pikiran, perilaku maupun kepemimpinan yang dilakukan dan dicontohkan Rasulullah SAW yang sangat menyayangi umatnya.

Daerah

Akmil, Memaknai Maulid Nabi Muhammad Lebih Mendalam


MAGELANG – Peringatan hari-hari besar keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sekedar menjalankan budaya dan tradisi semata. Akan tetapi, untuk mengambil hikmah yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga, dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Maulid Nabi Muhammad SAW adalah mengenang perjuangan dan memperingati kelahiran sang pemimpin umat, sebagai peletak dasar-dasar kehormatan umat manusia. Yang mendasarkan pada harkat dan martabat manusia,” kata Dirbindik Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah Kolonel Inf Gausudin Amin Yusup, S.I.P., M.Si, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Jihad Kesatrian Akademi Militer Magelang.

Segenap taruna/taruni Akademi Militer Magelang melaksanakan kegiatan keagamaan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriyah. Selain dihadiri segenap taruna/taruni Akademi Militer, acara Maulid Nabi Muhammad SAW juga dihadiri segenap Pejabat Distribusi Akademi Militer beserta Istri, Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akademi Militer, dengan penceramah Bapak Kyai Haji Drs. Nu’man Dimyati (Pimpinan Ponpers Anwarusholihin Temanggung).

Nabi Muhammad SAW adalah penerang, penunjuk jalan dan pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia. “Oleh karena itu, sudah saatnya untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam, dengan meneladani kepemimpinannya dan memahami bahwa, beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul yang diberikan hak istimewa oleh Allah SWT untuk memberikan syafaat kepada umat manusia di Yaumil Akhir,” jelas Kolonel Inf Gausudin Amin Yusup.

Ia pun berharap, semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW. Serta, ketaqwaan kepada Allah SWT dan menambah kekhusyukan ibadah dalam bentuk Ibadah Mahdhoh (langsung kepada  Allah SWT), dengan memperbanyak dzikir, tasbih dan sholat maupun Ibadah Ghoiru Mahdhoh (dengan sesama manusia) dengan memperbanyak berbuat baik dengan sesama dan bekerja dengan ikhlas.

“Jadikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriyah/2018 Masehi, sebagai suri tauladan bagi prajurit dan PNS TNI yang berjiwa ksatria, militan, loyal, profesional, modern dan manunggal dengan rakyat,” jelasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?