Siswa penyandang disabilitas tampilkan berbagai bakat di Artos Mall Magelang, Jawa Tengah.

Daerah

Aksi Kreativitas Anak Spesial, di Hari Disabilitas Internasional


MAGELANG –  Anak – anak berkebutuhan khusus unjuk gigi di pusat perbelanjaan modern Artos Mall, Magelang, Jawa Tengah. Mereka menampilkan kreativitas yang dimiliki masing – masing.

Meskipun penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus, namun mereka mampu menampilkan pertunjukan pentas seni di atas panggung dengan sangat baik dan antusias tinggi. Hal tersebut terlihat dari berbagai macam pertunjukan yang ditampilkan.

Berbagai macam pertunjukan seperti pentas seni tari yang ditampilkan Sekolah Luar Biasa (SLB) Mlati Temanggung, SLB AUTIS Magelang, SLB-C YPPALB Magelang, SLB-B YPPALB Magelang. Pentas seni musik diikuti perform dari beberapa SLB, antara lain SLB Maarif Muntilan, SLB N Purworejo, SLB Rindang Kasih Magelang, dan SLB Bina Kasih Srumbung.

Selain itu juga berbagai perform lainnya seperti, pantomim dari SLB N Magelang dan Atraksi Pencak Silat dari SLB B YPPALB Magelang.

“Tak hanya menampilkan perform dari siswa – siswi SLB saja. Namun, kegiatan ini juga menampilkan hasil karya akan kreativitas siswa selama kegiatan di sekolah melalui pameran yang ada,” kata ketua panitia, Edy Purwanto.

Rangkaian acara ini merupakan upaya memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember mendatang. Artos Mall bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SLB Kota dan Kabupaten Magelang memperingati hal tersebut melalui Kegiatan Pameran Dan Pentas Seni Siswa Disabilitas Bakorwil Kedu di Atrium Hall.

“Berbagai jenis hasil karya yang ditampilkan mulai dari batik, tas anyaman, kerajinan bunga, kerajian keset. Hingga produk makanan, seperti, geblek, ikan wader, dan lanting,” jelas Edy.

Memang, tidak semua manusia diciptakan dengan kondisi fisik maupun mental yang sempurna. Ada sebagian orang memiliki kekurangan seperti tidak dapat mendengar, tidak dapat berbicara, keterbelakangan mental, dan lain sebagainya. Namun demikian, keberadaan anak disabilitas atau berkebutuhan khusus tetap harus bisa diterima keberadaannya di tengah masyarakat.

Tema kegiatan Hari Disabilitas Internasional ini yaitu, Indonesia Inkusi dan Ramah Disabilitas yang diikuti 10 sekolah SLB di wilayah Kedu. Antara lain Purworejo, Temanggung, Muntilan, Secang, dan 1 sekolah lapangan yang berada di Borobudur.

Anak spesial mendapatkan kesempatan tampil di hadapan masyarakat umum. Mereka menampilkan minat bakat masing – masing.

“Sungguh kegiatan yang sangat luar biasa karena dapat menampilkan berbagai potensi – potensi para penyandang disabilitas, serta dapat menjadi bentuk motivasi bagi seluruh masyarakat di Magelang maupun sekitarnya. Kami akan selalu mendukung bentuk kegiatan yang mampu mendorong dan mengeksplor kreativitas maupun bakat para siswa berkebutuhan khusus,” imbuh Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Ny Tanti Zaenal Arifin.

Adapun tujuan diadakan kegiatan ini sendiri untuk mengenalkan ke masyarakat bahwa anak – anak disabilitas juga membutuhkan ruang yang dapat mengeksplor dan mengekspresikan kemampuan mereka. Serta, menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai kepada khalayak umum. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?