T-shirt bergambar sampul buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP). (Foto: viva.co.id)

Nasional

Kemendikbud Rencana Hidupkan Lagi Pelajaran PMP


JAKARTA – Sebuah wacana menggembirakan bagi dunia pendidikan. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila atau PMP.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano, dalam kegiatan peringatan hari guru nasional di kantornya, Senayan Jakarta.

“Ya, nanti kita ada rencana mengubah kembali ke PMP, ini sedang dibuat Pendidikan Moral Pancasila. PMP kita akan kembalikan lagi, karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita,” ujar Supriano.

Tujuan rencana penerapan mata pelajaran PMP, karena munculnya berbagai persoalan negatif,  seperti intoleransi, narkoba, degradasi moral, dan sebagainya. “Jadi faktor dihidupkan kembali PMP, karena masalah kompleks di tanah air,” kata dia.

Namun, Supriano melanjutkan bahwa saat ini rencana penerapan pemberlakuan kembali mata pelajaran PMP masih dalam tahap pembahasan dan kajian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud. Saat ini sedang dibuat konsepnya.

“Pembelajaran Pancasila dikaitkan dengan perkembangan pembelajaran dengan sekarang ini,” ujar dia.

Disegarkan kembali

Kemendikbud masih berkomunikasi dengan pihak terkait, salah satunya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Komunikasi membahas perihal rencana penerapan mata pelajaran PMP tersebut.

“Ini ranah Balitbang, sekarang kan PPKn, mungkin harusnya semua tingkatan,” tuturnya.

Dilansir viva.co.id, Supriano mengatakan, Pancasila merupakan produk keputusan bersama dari bangsa dan diputuskan berdasarkan hasil mufakat dari para ulama, cedikiawan, dan para tokoh berbagai kalangan di Tanah Air saat itu.

“Ini yang harus dipahami kembali oleh peserta didik. Kita ini punya dasar, punya benteng, punya pondasi yang dinamakan Pancasila. Ini yang harus disegarkan kembali kepada anak-anak. Karena itu dipelajari semua, pendidikan karakter juga ada di situ,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?