Nasional

Hari Guru : Simak Curhatan Guru Honorer K2

JAKARTA - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN), 25 November, menjadi momentum membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi guru honorer K2 (kategori dua) tahun ini. Di saat para pendidik di seluruh Indonesia merayakan hari guru, nasib mereka masih belum jelas.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Titi Purwaningsih mengungkapkan, hampir 15 tahun dia merayakan HGN dengan status guru honorer. Setiap tahun pula berharap ada perubahan nasib. Namun hingga kini belum kunjung tiba.

“Ini sungguh ironis,” ungkapnya, Ahad (25/11/2018)

Bagi guru wali kelas VI di SDN Banjarnegara, Jawa Tengah ini, HGN sejatinya merupakan ulang tahun seluruh tenaga pendidik. Sebagaimana orang yang ulang tahun, mestinya ada kado istimewa yang diterima. Sayangnya, kado istimewa itu belum diperoleh guru honorer K2.

“Kado istimewa yang kami harapkan adalah PNS. Bukan, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K),” ucapnya.

Sementara Koordinator Wilayah (Korwil) FHK2I DKI Jakarta, Nurbaiti mengatakan, para guru honorer K2 tetap merayakan HGN. Sebab, bagaimana pun ini adalah hari besar nasional. Dia menandaskan ada harapan yang hingga kini belum mereka dapatkan.

“Kami semua dari dulu sampai hari ini juga mengharapkan di hari istimewa guru ada kado khusus dan istimewa buat kami Honorer K2 dari pemerintah. Berupa regulasi khusus pengangkatan kami sebagai PNS,” tandas Nurbaiti.

Honorer K2 juga manusia

Korwil FHK2I Sulawesi Selatan, Sumarni Azis juga menaruh harapan yang sama. Selain peningkatan status, mereka berharap ada perbaikan tingkat kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan honorer K2.

Selama ini, kesenjangan antara honorer dan PNS sangat besar. Padahal kewajiban mereka setara PNS.

“Jangan hanya mau tenaga kami tapi tidak mau membayar yang layak. Kami juga manusia, yang punya perasaan. Ketika guru-guru PNS bisa menikmati kesejahteraan yang melimpah, kami harus kerja tambahan demi mencukupi kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Dilansir jpnn.com, curhatan Koordinator Wilayah Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Maluku Utara (Malut) Said Amir lebih menohok. Dia menilai, HGN menjadi tidak bermakna di masa pemerintahan saat ini. Dia mengatakan guru honorer hanya dianggap sebelah mata.

“Lewat momentum Hari Guru Nasional, harapan kami menjadi PNS bisa terwujud sesuai dengan janji presiden,” ucapnya.

Said melanjutkan, kepada Mendikbud RI, jika tidak bisa tahun ini menuntaskan persoalan guru K2, maka lebih baik mundur dari jabatannya. “Jangan lagi beralibi bahwa K2 tidak punya kompetensi,” jelas Said. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?