Tokoh

Yosita Bella, Dua Kali Juara I di Peparprov Jateng

Siedoo, Yosita Bella Noveliasari, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah kembali menorehkan catatan sejarah. Dalam Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2018 di Surakarta, Yosita berhasil meraih juara I cabang atletik olahraga lari. Capaian mahasiswi semester 3 Prodi PAI Jurusan Tarbiyah itu menambah panjang daftar prestasi yang ia miliki.

Pada tahun 2017 kemarin, dalam dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng, Yosita juga berhasil menyabet juara 1 cabang olahraga atletik lari. Juara itu diulangi lagi pada tahun 2018 ini.

Yosita mengaku bangga bisa mewakili Temanggung dan mengharumkan nama almamaternya, STAINU. Ia berharap kejuaraan itu menjadi langkah untuk terus menghidupkan olahraga di Indonesia sebagai wujud cinta tanah air.

"Alhamdulillah, saya mendapat juara 1 lomba lari 100 m tahun 2018 ini," ucap Yosita.

Kegiatan tahunan itu digelar di Stadion Sriwedari Surakarta yang diikuti ratusan atlet dari kabupaten/kota se Jateng. Mereka dibagi dalam beberapa cabang lomba. Yosita meraih kejuaraan lari 100 meter dalam perhelatan tersebut.

Ketua Program Studi PAI STAINU Temanggung Luluk Ifadah menyampaikan bahwa Yosita merupakan mahasiswi yang memiliki kelebihan dalam olahraga lari. "Alhamdulillah, ini yang kedua setelah tahun kemarin juga juara satu," katanya.

Pihaknya mendorong mahasiswa menggeluti softskill sesuai yang diminati. Karena hal itu, akan menjadi investasi masa depan ketika kelak lulus dari perguruan tinggi.

Temannya Ikut Terharu

Sementara itu, Fika Khalwa Aisyah salah satu dari teman sekelas Yosita di bangku kuliah pun menjelaskan sosok tentang Yosita. "Saya sebagai teman Yosita sangat bangga dan kagum terhadap Yosita yang mempunyai semangat besar dalam hidupnya, terutama untuk menyelesaikan kuliah ini," ungkapnya.

Kejuaraan itu tentu menjadi sejarah bagi Yosita, karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. "Kejuaraan ini menjadi hadiah terindah, di hari ulang tahunnya Yosita," lanjut Fika.

Yosita menjadi salah satu motivasi bagi teman-temannya di bangku perkuliahan. Sebab, memiliki semangat yang tinggi meskipun ia perempuan.

"Dengan mendengar kabar kejuaraan tersebut, teman-teman sekelas banyak yang meneteskan air mata sebagai wujud rasa haru dan bangga terhadap Yosita," katanya.

Apa Tanggapan Anda ?