Wisnu Sakti Buana (tengah, tujuh dari kiri), Wakil Walikota Surabaya membuka gelaran UBS Youth-Con 2018 bersama CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda dan para partner. foto : Alexander Anggriawan for DBL Indonesia.

Daerah

UBS Youth-Con, dari Ide Imajinasi hingga Terealisasi


SURABAYA – Sebanyak 62 start-up dipamerkan dalam konvensi anak muda, UBS Youth-Con 2018 di SCC Pakuwon Mall Surabaya, Jawa Timur. Konsep yang diusung generasi milenial ini pun beragam. Mulai dari aplikasi yang mempermudah siswa sekolah dalam membuat pentas, membantu sistem belajar mengajar di sekolah, hingga membantu komunikasi dengan orang tuli.

Selain kompetisi start-up, dalam event yang mengusung tema “The Most Playful Youth Convention” ini juga terdapat 260 karya dari 15 supporting event berbeda yang dibuat oleh lebih dari 5.000 peserta. Seperti kompetisi mendesain perhiasan, membuat karya seni instalasi, olah vokal hingga stage performance.

“UBS Youth-Con 2018 sudah berevolusi dari awal pertama kali diselenggarakan 16 tahun lalu. Pada awal penyelenggaraannya, kompetisi ini dimulai dengan ‘adu imajinasi’ melalui karya berbentuk mading,” kata Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia, seperti pers release yang dikirim ke Redaksi Siedoo.

Menurut Azrul, dari awal berdirinya, hingga saat ini seluruh karya yang ada di UBS Youth-Con 2018 bisa diaplikasikan dengan kehidupan sehari-hari. Khususnya UBS Dig Idea. Ini kemudian yang membedakan anak muda generasi sekarang dengan 16 tahun lalu, yang dulu hanya bisa berimajinasi. Saat ini, mereka bisa membuat imajinasi menjadi real.

“Karena hidup ini harus realistis. Percuma punya imajinasi tinggi, tapi tidak bisa diaplikasikan,” jelas Azrul.

Konvensi anak muda UBS Youth-Con 2018, disebut merupakan terbesar di Indonesia. Ribuan pengunjung yang hadir tampak antusias dengan dimulainya “Lebaran Anak Muda Kreatif” yang selalu ditunggu setiap bulan November. UBS Youth-Con 2018 resmi dibuka oleh Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

“Saya baru pertama kali datang ke event ini dan dibuat surprise dengan ide-ide mereka. Kedepannya, saya ingin ada konvensi seperti ini yang bisa membangun kota Surabaya dengan konsep milenial anak muda,” kata Wisnu.

Ia menambahkan bahwa dirinya sampai terperangah melihat ide-ide start-up para pelajar SMA yang solutif dalam menyelesaikan masalah. Wisnu yang sempat mendatangi beberapa karya UBS Dig Idea (kompetisi start-up, red) mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan, para pelajar bisa membuat Kota Surabaya menjadi lebih baik melalui buah pemikiran mereka. Adapun, pagelaran UBS Youth-Con 2018 masih berlangsung hingga 18 November 2018 mendatang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?