Yuliani Dwi Lestari ST, MBA, Ph.D, usai menerima penghargaan sebagai Dosen Berprestasi bidang Sosial Humaniora dalam lomba pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018, 29 Oktober 2018 lalu. (Foto: itb.ac.id)

Tokoh

Didukung Kampus ITB, Yuliani Dwi Raih Predikat Dosen Berprestasi


SiedooKeberhasilan seseorang ditentukan faktor internal dan eksternal. Seperti dialami Yuliani Dwi Lestari ST, MBA, Ph.D. Selain faktor pribadi, faktor lingkungan kerja juga turut menentukan keberhasilannya. Dalam pengembangan diri sebagai dosen di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, kegiatannya senantiasa didukung oleh kampus.

Sehingga, Yuliani berhasil mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi bidang Sosial Humaniora dalam lomba pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti, Kemenristekdiksi tahun 2018. Yuliani mengaku pencapaian prestasi tersebut tidak hanya berasal dari faktor pribadi. Namun turut didukung oleh kondisi organisasi di SBM-ITB. Dia merasakan kondisi di SBM-ITB selama ini sangat dinamis dan memberikan ruang bagi dirinya untuk berkembang.

“Seperti dalam aktualisasi diri dan men-support setiap kegiatan yang dilakukan, asalkan sejalan dengan visi dan misi,” akunya.

Memang proses yang dilalui Yulianti hingga mendapatkan penghargaan tersebut tidaklah mudah. Pertama, dia harus melewati seleksi internal di fakultas/sekolah terlebih dahulu, kemudian seleksi pada level universitas. Setelah melalui seleksi tingkat universitas, baru didapatkan satu orang dosen dari masing-masing bidang (Sosial Humaniora dan Sains Teknologi) untuk mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakarta, termasuk dirinya.

Adapun kategori yang dilombakan adalah, academic leader, dosen berprestasi bidang sains dan teknologi, dosen berprestasi bidang sosial humaniora, pranata laboratorium pendidikan berprestasi, pustakawan berprestasi, pengelola keuangan berprestasi, arsiparis berprestasi, dan tenaga administrasi akademik berprestasi.

Keseluruhan 66 kandidat Diktendik berprestasi yang lolos ke tahap seleksi pusat dan harus menjalani masa karantina dari tanggal 27-29 Oktober 2018 di Jakarta. Untuk kriteria dosen berprestasi, salah satu aspek yang dinilai adalah prestasi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu, Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Bidang Penelitian, dan Bidang Pengabdian kepada masyarakat.

Yuliani selama ini mengajar Technology Operation Management dan Integrated Business Experience. Sesuai bidangnya, dia melakukan riset mengenai Technology And Operation Management dan Aplikasinya Dalam Entrepreneurship.

Yuliani juga terlibat aktif dalam pengembangan tech-based startups bersama Kementerian sejak 2016. Ketertarikannya pada dunia tech-based startups inilah yang menjadi salah satu faktor keberhasilan Yuliani mendapat gelar dosen berprestasi bidang Sosial Humaniora Tahun 2018.

Dilansir itb.ac.id, selain melakukan riset Yuliani juga aktif mengajar kelas Young Executive & Creative Cultural Entrepreneurship di MBA (Master of Business Administration) ITB. Dia pun melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pembinaan terkait peluang usaha mikro, di beberapa desa di Jawa Barat.

Menurut Yuliani, menjadi dosen yang baik itu sebetulnya ada dua kunci. Pertama, harus mencintai dan menikmati pekerjaan sebagai pendidik. Fokus kepada kepentingan mahasiswa dan bahagia ketika dapat melihat mahasiswa berhasil.

“Kedua, balancing kegiatan tri dharma yakni antara penelitian, pengajaran serta pengabdian masyarakat dengan jangkauan impact yang luas juga menjadi penting,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?