Dimas Bagas Prakoso dan Syafara Putri Nada, siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK 8 Semarang, Jawa Tengah menunjukkan Aplikasi Eightnicly karya para siswa, Kamis (18/10/2018). (Foto: tribunnews.com)

Teknologi Tokoh

Gara-Gara Kerepotan, Siswa SMK 8 Semarang Ciptakan Aplikasi Eightnicly

Iklan SMA Mutual

SEMARANG - Pada awalnya, hanya sekedar keinginan membantu tim Paduan Suara yang selalu tampil di perlombaan. Tim kerepotan karena harus membawa berbagai peralatan perkusi ke perlombaan. Muncullah sebuah ide menciptakan alat musik melalui gawai.

Akhirnya Dimas Bagas Prakoso, siswa kelas XII jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK 8 Semarang, Jawa Tengah bersama teman-temannya mengembangkan aplikasi alat musik digital. Alat itu berupa aplikasi android yang diberi nama Aplikasi Eightnicly.

Dimas menjelaskan, pembuatan aplikasi ini butuh waktu 15 hari. Cara kerjanya, pengguna tinggal mengetuk gambar pada alat musik yang ada. Saat ini baru dikembangkan alat musik tradisional ke dalam aplikasi tersebut.

Proses pembuatan aplikasi itu, menggunakan rekayasa perangkat lunak. Saat ini ada tiga alat musik tradisional, yakni gendang, vibraphone, dan kabasa. Sementara empat lainnya, musik perkusi peralatan rumah tangga dengan bunyi nyaring. Di antaranya galon, parutan keju, penutup gelas, dan kentongan.

”Identitas dari Eightnicly sendiri adalah menghadirkan alat musik perkusi yang dipadukan dengan alat atau musik tradisional,” kata Dimas.

Menurut Dimas, kesulitan membuat aplikasi tersebut yaitu dalam menyesuaikan suara alat musik. Para siswa  melakukan rekaman suara alat musik yang sebenarnya sebelum dimasukkan ke dalam aplikasi. Saat perekaman tidak boleh ada noise. Kalau pun ada noise harus diulang karena suaranya tidak akan sama.

Guru pembimbing, Fajar Wahyu dilansir suaramerdeka.com, menjelaskan aplikasi tersebut sengaja dibuat untuk mengiringi tim paduan suara ataupun tim gamelan dari SMK 8 Semarang. Kemudian Fajar memberi tantangan kepada para siswa untuk membuat aplikasi software atau alat musik digital.

Ternyata para siswa berhasil. Fajar mengatakan, ke depan akan dilakukan pengembangan dan penyempurnaan, serta memasukkan berbagai alat musik lain.

Alat musik gamelan dengan beragam jenisnya, nantinya akan dimasukkan ke dalam Aplikasi Eigthnicly. Selanjutnya diharapkan dapat diunduh melalui Google Playstore. Saat ini sifatnya baru kolaborasi, namun diinginkan aplikasi ini bisa menjadi band pengiring sendiri serta tidak membawa instrument fisik aslinya. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?