SMA Mutual Kota Magelang

Presiden Joko Widodo memberikan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana NTB. foto: menpan.go.id

Nasional

Ribuan Mahasiswa Terdampak Bencana NTB Dapat Beasiswa, Berikut Rinciannya


NUSA TENGGARA BARAT -Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak bencana mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat. Jumlah penerimanya 5.114 orang melalui skema bidik misi, 2.195 mahasiswa, dan peningkatan prestasi akademik (PPA), 2.195 mahasiswa.

Dari komposisi tempat studi, 4.275 mahasiswa kuliah di Unram dan 34 PTS di NTB. Lalu 869 mahasiswa asal NTB studi di luar NTB pada 74 PTN/PTS di Indonesia.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad mengatakan, sampai 17 Oktober 2018, tercatat mahasiswa yang menerima beasiswa dalam bentuk tabungan sebanyak 3.357 orang. Sementara sisanya, 1.787 mahasiswa sedang dalam proses pencairan yang diprediksi akan diterima pada akhir Oktober ini.

Menurutnya, selain bantuan biaya pendidikan, pemerintah melalui Kemenristekdikti juga memberikan bantuan penguatan pembelajaran secara online untuk perguruan tinggi di NTB. Terlepas dari itu, Kemenristek juga akan memberikan bantuan serupa untuk mahasiswa korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu.

“Kami berharap kelak para mahasiswa menjadi lulusan unggul berkarakter, tangguh, peduli masalah sosial budaya dan lingkungan,” tandasnya dilansir dari menpan.go.id.

Beasiswa tersebut, secara simbolis diberikan Presiden Joko Widodo di halaman luar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah. Turut hadir mendampinginya dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Presiden mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi global yang sudah masuk ke era revolusi industri keempat. Yang mana perubahan terjadi 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama.

Baca Juga :  Jokowi Janji Menjamin Kesejahteraan Guru

“Artinya apa? Di depan kita akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat cepat sekali. Kita baru belajar artificial intelligence, keluar lagi internet of thing, keluar lagi crypto currency, keluar lagi virtual reality, keluar lagi Bitcoin, keluar lagi yang baru terus keluar,” kata Presiden.

Sebab itu, Presiden berpesan agar anak-anak muda terutama mahasiswa bisa menyiapkan diri untuk menghadapi hal-hal tersebut. Hal ini penting mengingat kompetisi dan persaingan antarnegara juga semakin ketat.

“Tapi saya meyakini, insyaallah keyakinan saya, moga-moga benar bahwa sumber daya manusia kita. Anak-anak muda kita mahasiswa kita, itu kalau bertarung berkompetisi bersaing dengan SDM dari luar itu kita memiliki kemampuan untuk menang,” ujarnya.

Dengan diberikannya beasiswa ini, Kepala Negara berharap para mahasiswa bisa terus melanjutkan kuliahnya hingga rampung. Presiden berpesan agar para mahasiswa ini terus belajar.

“Selamat belajar. Jangan sampai dengan alasan gempa saudara-saudara enggak belajar. Tetap harus belajar. Saya titip ini,” ucapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?