Nasional

Inovasi AISITS, Solusi Keselamatan Maritim dari ITS

SURABAYA - Di dunia maritim, muncul beberapa kasus yang terjadi akibat rusaknya instalasi laut. Sehingga, sering kali menyebabkan banyak kerugian baik materiil maupun nonmateriil. Salah satunya seperti kebakaran yang terjadi di perairan Pelabuhan Semayang, Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kebakaran yang terjadi diakhir Maret 2018 tersebut dikarenakan pipa minyak milik PT Pertamina (Persero) patah yang diduga terhantam oleh jangkar kapal. Sehingga minyak tumpah dan menyebabkan kebakaran. Akibat kejadian tersebut, selain kerugian materil, laut di teluk Balikpapan juga ikut tercemar minyak dan juga menelan beberapa korban jiwa.

Peristiwa - peristiwa itu kemudian mendasari munculnya sebuah inovasi baru. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui perusahaan startup-nya PT ITS Tekno Sains yang bekerja sama dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk, merancang sebuah teknologi yang diberi nama Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS).

Produk unggulan ini secara resmi di-launching bersama Data Center dan Central Monitoring Room di kantor PT Bali Towerindo Sentra Tbk di Jakarta. Mereka menunjukkan kepeduliannya akan pentingnya keselamatan dalam dunia transportasi laut.

Wakil Rektor IV ITS yang sekaligus tergabung sebagai tim peneliti dan pengembang AISITS Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc menjelaskan, AISITS merupakan produk riset dan inovasi berkelanjutan atas dukungan pendanaan riset dan inovasi oleh Kemenristekdikti.

"Aplikasi AISITS ini memanfaatkan data statis dan data dinamis kapal," katanya.

Kemudian, data tersebut dimanfaatkan untuk lebih menjamin keselamatan operasional kapal dan instalasi laut, yang output-nya berupa real time-early warning system berbasis internet dan mobile application. AISITS yang bisa mengirim sistem peringatan dini ketika kapal memasuki zona bahaya.

Hal ini berguna untuk melindungi kapal akibat bahaya tabrakan, melindungi pipa bawah laut akibat beban eksternal (jangkar dan objek lainnya), untuk melindungi bangunan lepas pantai akibat bahaya ditabrak kapal, monitoring bahan bakar, monitoring emisi, menentukan tingkat kebahayaan operasional kapal. Serta, dapat pula digunakan sebagai basis dalam port management and traffic information system.

Dijelaskan bahwa, AISITS menggunakan teknologi sederhana. Yakni pemanfaatan data yang dikirimkan oleh kapal melalui gelombang radio.

"Selanjutnya mengolah data tersebut dalam logic solver untuk beberapa aplikasi yang telah tergabung di dalam sistemnya," urai pria lulusan S3 Kobe University, Jepang ini.

Ketersediaan AISITS ini menjadi penting sebagai upaya menjaga keselamatan instalasi laut dalam. Di antaranya adalah pipa bawah laut, offshore platform dan kabel laut.

Instalasi laut merupakan salah satu target yang menjadi prioritas Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), karena mengingat instalasi laut merupakan salah satu objek vital yang berperan besar dalam menjamin pertumbuhan ekonomi bangsa.

Pria yang menamatkan S2-nya di Newcastle University, Inggris ini juga mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan tentunya juga memerlukan kapal sebagai salah satu moda transportasi dan distribusi barang yang menjadi salah satu keunggulan Indonesia di dunia maritim. AISITS dapat menjadi solusi atas kebutuhan-kebutuhan tersebut.

"Sehingga dengan adanya AISITS ini juga sangat penting dalam menunjang tupoksi Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Basarnas, KNKT, dan SKK Migas," ungkapnya.

Pada tahap pertama KSO ini, juga disiapkan central maritime monitoring room untuk memantau keselamatan kapal, pipa bawah laut, kabel laut dan anjungan lepas pantai. Sistem AISITS ini akan mencatat berbagai macam data pergerakan kapal setiap 10 detik. KSO juga menyiapkan data center dan big data.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut menghadiri peluncuran AISITS.

"Yang selanjutnya akan menjadi sumber berbagai informasi setelah melalui proses analisa untuk disajikan dalam berbagai aplikasi berbasis web dan mobile phone AISITS," urainya.

Menanggapi positif akan produk AISITS ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung penuh atas produk yang dihasilkan oleh ITS ini sebagai upaya untuk memberikan keselamatan dunia perkapalan Indonesia.

"Ke depannya, AISITS ini juga bisa kita integrasikan dengan Bakamla (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia) RI,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?