Daerah

Ini Saran Ganjar Agar Dunia Pendidikan Bisa Hadapi Revolusi Industri 4.0

YOGYAKARTA - Peningkatan kapasitas sumber daya manusia saat ini menjadi poin penting bagi Indonesia. Terlebih dalam menghadapi revolusi industri (RI) 4.0.

Hal tersebut ditandaskan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam Musrenbang Regional Jawa dan Bali di Yogyakarta. Diterangkan mantan anggota DPR RI ini, ada dua pilihan dalam menghadapi revolusi tersebut. Yakni, mengikuti langkah revolusi atau justru memilih jalan evolusi.

“Menghadapi revolusi industri 4.0 harus dengan revolusi jangan evolusi. Maka kalau opsi kita menghadapinya dengan evolusi yang biasa-biasa saja, maka akibat yang ditanggung kita akan tertinggal,” katanya sebagaimana ditulis jatengprov.gi.id.

Hadir dalam acara yang diselenggarakan pada 16 – 19 Oktober tersebut, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Banten Wahidin, Kepala Bappeda se-Jawa dan Bali serta seluruh bupati/walikota se-DIY, perwakilan dari Bappenas RI, Kementerian Perindustrian RI, serta anggota DPR RI komisi X.

Ditambahkan Ganjar, untuk peningkatan SDM, sektor pendidikan melalui kurikulumnya harus melakukan akselerasi dengan zaman secara cepat. Politisi PDI Perjuangan tersebut mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengambil keputusan politis terkait langkah pendidikan tersebut.

“Kalau kita menghadapinya dengan revolusi dan basisnya adalah SDM, ubah kurikulum dengan cepat. Berikan insentif pada sistem pendidikan yang baik. Kurikulum harus adaptif. Akses yang punya potensi ekspor harus mendapatkan tempat dominan,” tegasnya.

Dicontohkan, praktik yang dilakukan siswa SMK otomotif mestinya menggunakan mobil atau kendaraan seri yang baru, bukannya mobil keluaran lama. Sehingga, siswa mampu bersaing dalam dunia pekerjaan, terlebih jika hendak terjun jadi wirausaha.

“Maka bagaimana cara mendampingi mereka, akses permodalan, meningkatkan kapasitas sampai cara menjual,” tegasnya.

“Kita bicara e-commerce. Karena saat ini Kita semua bicara e-commerce,” tambah alumnus UGM ini.

Sementara itu, Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan jika perubahan akan selalu terjadi di semua lini kehidupan. Perubahan tersebut akan berdampak langsung dan tidak langsung.

Diungkapkan, jika perubahan pola sangat diperlukan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Forum ini sangat bermanfaat, yang mana saat ini strategi untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 menjadi hal yang sangat penting. Di era ini, menitikberatkan pada kreativitas. Oleh karenanya, perubahan pola pikir sangat diperlukan,” terangnya dilansir dari tribunnews.com.

Dia mengatakan jika perubahan sangatlah penting untuk dilakukan dalam menghadapi zaman.

“Orang yang tidak mau berubah sama dengan mati, semua pemipin diukur dari kemampuannya dalam menghadapi perubahan. Perubahan ini selalu terjadi dan akan selalu terjadi,” katanya.

Lima Sektor Prioritas

Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto menjelaskan, pertemuan kali ini membicarakan prioritas sektor industri untuk menghadapi perubahan ekonomi global. Kelima sektor yang menjadi prioritas saat ini adalah Makanan dan Minuman, Tekstil dan Busana, Otomatif, Elektronik, dan Kimia.

"Semuanya sudah tersusun dalam peta jalan dan strategi Making Indonesia 4.0 dari Presiden RI Joko Widodo," jelas Agus.

Deputi Bidang Pembangunan Bappenas Rudi Supriyadi Prawiradinata mengatakan, komponen kebutuhan yang paling signifikan menunjang pertumbuhan industri 4.0 adalah kebutuhan tersier, yaitu jasa.

“Ini yang harus kita waspadai. Maka infrastruktur harus disiapkan, dari SDM, jaringan internet, jalan. Karena semua akses yang menghubungkan harus bisa dijangkau dengan mudah,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?