Opini

Membuat Alat Peraga Berbahan Bubur Kertas

Siedoo, KREATIVITAS dalam pembelajaran menuntut para guru untuk selalu berkreasi dan berinovasi menyediakan alat peraga. Namun, alat peraga yang baik tidak harus membeli. Alat peraga yang diinginkan mungkin harganya mahal bila membeli siap pakai dari toko.

Guru bisa membuat sendiri dengan bahan yang sederhana, bahkan tidak harus membeli bahan untuk membuat alat peraga dimaksud.

Inilah yang dimaksud kreatif dan inovatif bagi seorang guru. Bukan hanya tentang metode pembelajaran yang digunakan, namun alat peraga yang digunakan pun sebaiknya hasil kreativitas guru itu sendiri.

Kreativitas dalam memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan pembuatan alat peraga, bisa diambil atau memanfaatkan yang ada di sekitar kita. Misalnya, koran dan kertas bekas.

Kedua benda tersebut bisa dijadikan bahan standar primer pembuatan bubur kertas. Bubur kertas tersebut bisa dijadikan berbagai macam alat peraga seperti peta timbul, tiruan alat-alat pencernaan, susunan tatasurya, dan sebagainya. Bahkan, bubur kertas dapat dibentuk kerajinan seperti gambar timbul, asbak, topeng, patung, atau mainan anak-anak.

Adapun cara membuat bubur kertas tidaklah sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Bisa juga dipraktikkan bersama siswa di sekolah. Misalnya, ketika pelajaran keterampilan.

Bagi yang belum pernah mempraktikkan, penulis mengajak belajar membuat bubur kertas sebagai bahan untuk membuat alat peraga atau benda kerajinan.

Bahan-bahan yang disediakan

Bahan dasar pembuatan bubur kertas ialah kertas bekas sejenis. Misalnya kertas koran saja atau kertas HVS saja. Bahan yang disediakan lainnya adalah tepung kanji atau tapioka, dan air.

Tepung tapioka , 2 sendok garam, dan air diperlukan untuk membuat bahan perekat atau lem dari bubur kertas tersebut.

Kertas bekas yang disediakan sebaiknya dalam keadaan bersih. Artinya tidak berdebu, terkena lumpur/tanah, juga tidak terkena minyak. Siapkan secukupnya untuk sekali pembuatan alat peraga atau kerajinan.

Alat-alat yang diperlukan

Setelah bahan-bahan tersedia semua, Anda tinggal menyediakan peralatan yang dibutuhkan.

  1. Baskom minimal 2 buah
  2. Gunting.
  3. Kain bersih, tak harus baru
  4. Blender (tidak harus)

Perlu diperhatikan juga, selain peralatan di atas, sediakan pula tempat penyimpanan adonan bubur kertas yang aman. Artinya, jauh dari jangkauan anak-anak dan binatang pengerat seperti tikus. Usahakan peralatan yang digunakan juga bersih agar hasil bisa lebih optimal.

Tahap pembuatan bahan alat peraga atau kerajinan

Bahan utama dari pembuatan alat peraga atau kerajinan ini adalah limbah kertas, maka terlebih dahulu kita harus membuat bubur kertas. Adapun langkah-langkahnya adalah:

  1. Siapkan kertas-kertas limbah seperti dari koran bekas, kertas HVS, kertas majalah, atau lainnya,
  2. Jadikan kertas tersebut menjadi potongan-potongan kecil dengan cara disobek-sobek atau bisa juga digunting,
  3. Masukkan potongan-potongan kertas tersebut dalam baskom, kemudian siram menggunakan air hangat hingga memenuhi bibir baskom. Agar rendaman kertas tersebut tidak mudah busuk, taburi dengan 1-2 sendok makan garam,
  4. Diamkan rendaman tersebut selama 2 hari 2 malam, hingga ketika disentuh potongan kertas tersebut terasa lunak,
  5. Angkat semua potongan-potongan kertas tersebut dari baskom dan letakkan di atas kain segi empat yang mempunyai pori-pori cukup besar. Setelah itu, bungkus rapat potongan-potongan tersebut dengan kain kemudian putar atau pilin ujung kain sampai menekan potongan kertas sehingga air yang masih tersisa dalam potongan kertas bisa diperas dengan sempurna,
  6. Masukkan potongan kertas yang telah diperas pada baskom kering, kemudian remas-remas hingga hancur. Bila perlu gunakan sedikit air supaya pekerjaan ini bisa maksimal, atau gunakan blender untuk melembutkannya,
  7. Setelah benar-benar lembut dan hancur, campurlah dengan pasta kental (air ditambah tepung kanji secukupnya) kemudian aduk hingga tercampur merata sambil diremas-remas dan masukkan ke blender.

Jadilah sebuah adonan bubur kertas yang siap digunakan untuk berkreasi. Bubur kertas ini bisa dibuat peta timbul, miniatur gunung api atau miniatur landscape/topografi, skema alat-alat pencernaan manusia atau hewan, patung, topeng, dan sebagainya menurut kreativitas guru.

Pembuatan alat peraga atau kerajinan berbahan bubur kertas ini juga bisa diajarkan kepada siswa, baik sendiri maupun secara berkelompok. Selamat mencoba dan berkreasi dengan bubur kertas.

 

 

*Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo, Kecamatan Tempuran,

Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Apa Tanggapan Anda ?