Daerah

Market Day Ajarkan Siswa Kembangkan Jiwa Enterpreneur

WONOSOBO – Banyak kegiatan sebagai alternatif mengisi jeda tengah semester atau jeda semester bagi para siswa di berbagai jenjang pendidikan. Salah satunya adalah Market Day. Kegiatan ini berupa belajar menjual berbagai hasil karya siswa utamanya dalam hal kreasi makanan dan minuman.

Market Day mendidik anak mengembangkan jiwa entrepreneur sekaligus penguatan karakter siswa.

Seperti dilakukan para siswa SMP Negeri 2 Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut guna mengisi Kegiatan Tengah semester (KTS) dan diikuti seluruh siswa kelas VII-IX, sejumlah 12 kelas di sekolah itu.

Dalam kegiatan kali ini, setiap kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri 1- 5 siswa, total ada 75 lapak. Pada hari pertama, kelas VIII sebagai penjual, kelas VII dan IX sebagai pembeli, hari kedua, kelas VII dan IX sebagai penjual, kelas VIII sebagai pembeli.

Dijelaskan oleh Kepala SMP 2 Kaliwiro, Slamet, kegiatan Market Day diselenggarakan sebagai bentuk perwujudan dan aplikasi penguatan pendidikan karakter di sekolah. Ada nilai religius, kemandirian dan gotong royong. Dari nilai religius, siswa dilatih untuk melakukan nilai-nilai kejujuran dalam proses jual beli sampai dengan laporan perolehan hasil.

Wujud sikap mandiri dan gotong royong, anak-anak diberi kebebasan untuk mempersiapkan lapak, memilih dan menjajakan barang dagangannya. Sekolah hanya memberi rambu-rambu bahwa yang dijual dalam bentuk jajanan makanan dan minuman tradisional, yang sehat dan tidak mengandung bahan pengawet.

Market Day ini salah satu program sekolah dan baru pertama kali dilaksanakan, untuk mengenalkan jiwa enterpreneur. Sebagai bekal anak-anak terjun ke masyarakat setelah lulus nanti. Memang sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa dalam menyalurkan kreativitas,” jelas Slamet.

Dijelaskan pula dari pemilihan menu makanan dan minuman, serta konsep pemasaran dan manajemen usaha, diserahkan semuanya kepada siswa. Anak-anak diberi keleluasaan menggunakan lingkungan sekolah yang berupa kebun dan taman, sebagai lokasi tempat membuka usaha mereka dalam acara Market Day tersebut.

“Dalam acara ini tidak ada intervensi dari guru atau sekolah. Anak-anak sendiri yang berkreativitas maunya seperti apa,” tandas Slamet.

Namun ternyata konsep para siswa dinilai luar biasa. Lingkungan kebun dan taman sekolah dirubah menjadi lapak-lapak sebagai pasar tradisional. Ditambah pula dengan panggung terbuka untuk menampilkan kreativitas anak seperti musik dan pembacaan puisi sebagai hiburan bagi pengunjung Market Day.

Ketua OSIS SMP Negeri 2 Kaliwiro, Tolib dikutip dari suaramerdeka.com mengatakan, Market Day sebagai ajang untuk mengasah kemampuan diri bidang kewirausahaan. Kegiatan ini memberi pengalaman kepada siswa.

“Tentunya ini sangat bermanfaat untuk bekal nanti setelah lulus. Pengalaman yang diperoleh dapat dikembangkan lagi saat nanti menempuh pendidikan di sekolah yang lebih tinggi,” ujar Tolib. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?