ILUSTRASI: Kemeriahan peringatan Hari Santri di Banyuwangi tahun 2017 lalu. (foto: antara.com)

Daerah

20.000 Santri Banyuwangi Bakal Meriahkan Hari Santri 2018


BANYUWANGI – Sebanyak 20.000 santri akan ikut meramaikan peringatan Hari Santri 2018 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Banyuwangi Saifuddin Zuhri menjelaskan, sejumlah acara telah disiapkan untuk menyambut Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 itu.

“Acaranya mulai pagi hingga malam. Insha Allah jika ditotal seluruh rangkaian acaranya bakal diikuti 20.000 santri se-Banyuwangi,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin ini, seperti dikutip antara.com.

Awal acara yang bakal dimulai sejak pukul 08.00 WIB, ribuan santri bakal melakukan ro’an (kerja bakti) membersihkan sampah di jalan-jalan kota di Banyuwangi.

“Ini adalah kontribusi santri untuk mengampanyekan gaya hidup bersih dan turut menjaga kebersihan. Dengan lingkungan yang bersih, beribadah akan menjadi nyaman, hidup menjadi lebih sehat, bekerja lebih semangat,” katanya.

Pada saat bersamaan, juga dilaksanakan hataman atau khotmil Qur’an di Taman Blambangan yang terletak tepat di jantung Kota Banyuwangi. Tepat pukul 12.30 WIB juga akan dilaksanakan kirab santri.

“Kirab nanti akan dibuat beregu dari masing-masing kontingen pesantren, madrasah diniyah, TPQ, TPA dan kelompok-kelompok pengajian se-Banyuwangi,” lanjutnya.

Seusai kirab, para peserta akan menggelar apel kebangsaan. Apel ini bertujuan untuk menegaskan esensi peringatan Hari Santri  tahun ini yang mengambil tema ‘Bersama Santri Damailah Negeri’.

Para santri juga mempresentasikan beragam film pendek hasil perlombaan tentang dunia pesantren.

“Kami sengaja mendorong santri membuat film pendek tentang pesantren untuk memperkenalkan ke publik luas tentang pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjadi fondasi SDM bangsa ini sejak ratusan tahun silam,” ujar Sekretaris PCNU Banyuwangi ini.

Usai Shalat Maghrib, acara dilanjutkan dengan istighatsah atau doa bersama kebangsaan. Acara yang diikuti oleh kiai se-Banyuwangi ini bertujuan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kedamaian negeri.

“Kita semua berdoa agar seluruh negeri dihindarkan dari bencana, kita semua mendapat selamat dunia dan akhirat. Demikian pula tensi politik menjelang 2019 yang mulai  meninggi dan rentan dengan gesekan di tengah masyarakat. Untuk itu, kami memohon kepada Allah SWT agar semuanya berjalan lancar, tanpa ada masalah apapun, dan bangsa Indonesia tetap damai,” ungkapnya.

Di sesi terakhir penyanyi religi asal Jember, Opik, akan menghibur para peserta dan masyarakat. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?