Mendikbud Muhadjir Effendy. foto: liputan6.com

Nasional

Mendikbud Berharap Presiden Segera Keluarkan PP tentang P3K


JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap agar Presiden RI Joko Widodo segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sebab, dengan adanya regulasi tersebut, rekrutmen P3K bisa berjalan.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini, nanti Bapak Presiden menambah Peraturan Pemerintah (PP) itu,” kata Mendikbud dilansir dari kemdikbud.go.id.

Ditandaskan, P3K di antaranya untuk mengakomodir guru honorer atau tenaga honorer yang berusia lebih 35 tahun yang tidak bisa mendaftar dalam seleksi CPNS tahun 2018. Mereka tetap mendapat kesempatan menjadi pegawai pemerintah, bagian dari ASN (Aparatur Sipil Negara).

“Harapan kita setelah sudah jadi dengan ASN ini, kita buka lagi dengan jalur PPPK,” tambahnya.

Pria asal Malang, Jawa Timur tersebut meminta agar semua untuk siap berkompetisi secara terbuka, baik dalam CPNS maupun dalam P3K nanti. Sebab, pemerintah akan memilih yang terbaik.

“Masa kerja pengabdian itu juga harus jadi pertimbangan. Tetapi tidak boleh mengalahkan persyaratan utamanya. Yaitu, harus berkualitas dan standar pada tes ujian dasar,” tegasnya.

Ditambahkan, soal penyelenggaraan tes nantinya, P3K, akan mempertimbangkan semua kalangan usia. Tes ini adalah pintu keluar, terutama untuk mereka yang tidak bisa ikut CPNS karena usia.

Soal CPNS Diacak

Terkait penyusunan soal materi CPNS, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan Kemendikbud didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kemendikbud berkomitmen untuk membantu proses seleksi CPNS 2018 secara akuntabel dan transparan.

“Sehingga dapat diperoleh calon-calon aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan berwawasan global," tuturnya.

Mendikbud mengapresiasi lembaga -lembaga yang terkait. Dia berharap kerja sama dapat diperluas, terutama masalah ketenagakerjaan di lingkungan Kemendikbud.

“Karena kita tahu lapangan kerja terbesar adalah guru yang menjadi pihak utama dari Kemendikbud untuk pendidikan yang lebih baik,” ujar Muhadjir.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin mengungkapkan, proses rekrutmen CPNS kali ini menjadi momentum bersejarah, karena jumlah formasi yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Ditambahkannya, rekrutmen CPNS tahun ini mencerminkan kerja sama erat antara pusat dan daerah untuk menghadirkan penyelenggara negara yang kompeten, modern, berdaya saing, dan berkelas dunia.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, menyampaikan bahwa keterlibatan Kemendikbud dalam mempersiapkan soal Seleksi CPNS telah dimulai sejak tahun 2012.

"Sudah kita serahkan 13.667 soal yang dibuat oleh 110 penulis yang ditunjuk," jelasnya.

Didik menambahkan bahwa, kerahasiaan dan keamanan soal dijamin seratus persen oleh Panitia Seleksi Nasional. Adapun ribuan soal SKD nantinya akan diacak untuk kemudian disajikan sebagai paket soal kepada para peserta tes. Dipastikan setiap peserta akan mendapatkan paket soal yang berbeda. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang