Internasional

Kembali, Belanda Beri Kesempatan Pendidikan Doktor

YOGYAKARTA – Pemerintah Belanda memberi kesempatan kepada kaum muda Indonesia mengikuti program pendidikan doktor. Nuffic Neso Indonesia, lembaga yang menjembatani program tersebut telah melakukan sosialisasi ke berbagai kota di tanah air. Seperti Jakarta, Bogor, Bandun, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Ratusan orang berminat dan mendaftar program pendidikan doktor tersebut.

Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari menjelaskan jumlah pendaftar hingga akhir Agustus 2018 lalu tercatat 370, dan terus bertambah. Nuffic terus mendorong anak-anak muda potensial untuk meneruskan studi ke Negeri Kincir Angin.

“Pendidikan doktor di sana berbeda dari di Indonesia. Di sana mahasiswa S-3 melakukan penelitian dan bekerja selama empat tahun. Seleksi sangat ketat karena standar pendidikan Belanda memang tinggi,” ungkap Inty ketika berada di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Di Yogyakarta, selain UGM, ia juga menyosialisasikan program tersebut ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Inty mengatakan Nuffic Neso Indonesia menggelar Pameran Pendidikan Tinggi Belanda (Dutch Placement Day-DPD) setiap tahun dalam rangka sosialisasi program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas dari Belanda dan juga sosialisasi program beasiswa dari Pemerintah Belanda.

Dijelaskan Inty, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, DPD 2018 akan dilengkapi dengan PhD Recruitment yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan Academic Transfer. Academic Transfer adalah lembaga yang menginformasikan lowongan untuk berkarir dalam penelitian dan pendidikan tinggi di Belanda.

Sesi PhD Recruitment memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD di Belanda untuk tatap muka dan berdiskusi langsung dengan para profesor yang dapat menjadi pembimbing penelitian.

Dutch Placement Day 2018. (Foto:ehef.id)

“Kesempatan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi kandidat PhD untuk memperoleh Letter of Admission (LoA) dari pihak universitas Belanda yang nantinya akan membantu proses aplikasi beasiswa,” papar Inty, dilansir suaramerdeka.com.

Setiap tahun lebih dari 500 pelajar Indonesia berangkat ke Belanda. Mereka mengambil program studi antara lain bidang bisnis dan manajemen, pertanian, perairan, maritim dan manajemen air yang merupakan keunggulan negara itu. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?