Tokoh

Cerita Nisa Peserta MTQ Nasional yang Selamat dari Bencana di Palu

Siedoo, Gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah memang menyisakan derita yang mendalam. Meski begitu, semangat untuk kembali bangkit harus tetap ada.

Hal ini seperti semangat yang dibangun  Hairunnisa Makarau. Perempuan berusia 20 tahun ini menjadi korban bencana gempa.

Meski masih diselimuti rasa sedih, tetapi Nisa yang memiliki kekurangan pada fisiknya, yakni menderita tuna netra, ia tetap berjuang untuk mengharumkan nama provinsinya.

Nisa, sapaan akrabnya, tercatat sebagai salah satu peserta Cabang Tilawah Quran (MTQ) tingkat Nasional XXVII di Medan, Sumatera Utara.

Nisa merupakan siswa SMU SLB Muhamadiyah yang duduk di kelas 2. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang guru.

Alhamdulillah, keluarga saya selamat,” tutur Nisa yang dalam MTQ tersebut masuk dalam kategori Golongan Cacat Netra.

Saat bencana datang, Nisa dikarantina di Asrama Haji Palu. Nisa berhasil menyelamatkan diri karena sudah hafal pintu keluar asrama tersebut.

Saat bencana itu terjadi ia begitu mencemaskan sang bunda karena saat itu ia tidak sedang di rumah. Keluarganya selamat.

Meski baru saja terkena bencana gempa dan tsunami, ia bersama rekan-rekan asal Sulteng akhirnya bisa berangkat ke Medan untuk mengikuti MTQ.

Nisa bersama kafilah lainnya bertolak dari Palu pada 4 Oktober menuju Balikpapan dengan menumpang pesawat hercules.

Lalu transit di Surabaya kemudian tiba di Medan pada hari berikutnya.

“Sampai saat ini saya masih trauma, apalagi di Medan ini saya menginap di hotel di lantai 5,” ujar Nisa dilansir dari kemenag.go.id.

Ia juga mengaku senang, karena pada pembukaan MTQ Nasional, Presiden Jokowi mengirimkan doa untuk masyarakat Palu.

“Saya bersyukur, masyarakat Indonesia saling peduli, khususnya buat pemerintahnya,” tuturnya.

Nisa hadir di venue memakai gamis dan kerudung putih.

“Pak Presiden, terima kasih banget karena kepeduliannya pada masyarakat kota Palu dan sekitarnya,” ujar dia.

Presiden: Alquran Sumber Inspirasi

MTQ tersebut dibuka Presiden RI Joko Widodo pada Minggu (7/10/2018) sekitar pukul 21.00 WIB di kompleks gedung serbaguna T Rizal Nurdin di Deli Serdang Sumatera Utara atau Jalan Williem Iskandar, Medan. Sebagaimana ditulis tribunnews.com, Presiden juga mengingatkan pentingnya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia yang mengandung penjelasan-penjelasan tentang yang hak dan yang batil.

Alquran juga menjadi petunjuk untuk memperkokoh akhlakul karimah, membangun kehidupan yang beradab, dan menerapkan ide-ide besar serta ide-ide mulia dalam Alquran untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia.

"Bahkan Alquran menjadi sumber inspirasi bagi para ulama dan akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya menghadirkan kemajuan dalam kehidupan manusia," kata Jokowi.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat untuk merubah pandangan terhadap MTQ yang bukan lagi hanya sebagai sebuah acara rutin dan lomba menang-kalah dalam seni membaca Alquran.

"Menjadikan MTQ sebagai suntikan energi bagi umat Islam di Indonesia untuk membumikan Alquran dalam dunia nyata. Membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim," katanya.

"Saat Alquran di acara MTQ ini dibaca dengan tajwid dan lagu yang merdu, marilah kita juga merenungkan dan memahami maknanya," tambah Presiden.

Apa Tanggapan Anda ?