Daerah

UPGRIS Gelar Ekspo Pamerkan Mobgar dan Omah Strum

SEMARANG - Selama dua hari, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jawa Tengah menggelar ekspo Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (LPPM) di Balairung UPGRIS. Ekspo kali ini menampilkan inovasi produk unggulan, hasil penelitian dosen maupun mahasiswa UPGRIS.

Dalam pameran ini menampilkan pula produk unggulan Mobil Garam atau Mobgar, hasil karya Sujarwi mahasiswa S1 Teknik Mesin UPGRIS. Mobgar bermanfaat membantu petani dalam memproduksi garam.  Ada pula stan mitra LPPM berupa Omah Strum atau rumah strum, pembangkit listrik tenaga angin yang dikombinasikan dengan sinar matahari.

“Bagi perguruan tinggi, ekspo semacam ini sangat penting karena menampilkan temuan atau karya dosen yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Peneliti dan pengabdi memang perlu mulai mengembangkan kreativitas dan inovasi, tidak harus menemukan teknologi tinggi tapi bisa yang sederhana dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Rektor Upgris Dr Muhdi SH Mhum disela-sela kunjungan ke stan ekspo, seperti dikutip suaramerdeka.com.

Selain Mobgar, dipamerkan pula Omah Strum. Mengenai Omah Strum, Muhdi menilai temuan itu sangat cocok dipergunakan di daerah bencana, seperti halnya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Di mana, pascabencana itu biasanya listrik terputus karena kerusakan infrastruktur.

Muhdi mengatakan, Omah Strum ini lebih cocok digunakan sebagai sumber tenaga listrik, daripada genset yang membutuhkan bahan bakar. Karena Omah Strum hanya  angin dan sinar matahari.

Ekspo menggelar 40 stan, di antaranya satu program studi bisnis, empat pengabdian Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), serta tiga stan federasi pekerja mandiri (FPM) mitra LPPM. Stan ini nantinya akan dilombakan, dengan kriterianya inovasi produk, tampilan stan, dan banyaknya pengunjung.

Di sela-sela ekspo, pencipta Mobil Garam, Sujarwi, mengaku membuat Mobgar ini untuk membantu petani garam di daerahnya, Pati.

“Sebagai petani garam juga, kami merasa terpanggil membantu masyarakat hingga akhirnya membuat Mobil Garam. Ini mempercepat proses produksi, dari pembuatan manual sekitar satu minggu, dengan mobil ini hanya bisa 20 menit,” kata Sujarwi.

Mobgar hasil penelitian dan temuan Sujarwi sudah banyak dimanfaatkan petani garam di Rembang, Pati, dan Jepara, Jawa Tengah. Atas  temuan dan penelitiannya itu, Sujarwi ditunjuk Kemenristekdikti tahun ini untuk menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi inovasi ASEAN-India.

 

Siedoo/NSK

Apa Tanggapan Anda ?