Internasional

Daftar Siswa SD Peraih Medali Olimpiade Matematika dan Sains Internasional

JAKARTA – Koleksi medali Indonesia dari ajang internasional bertambah lagi. Pelajar sekolah dasar (SD) berhasil meraup 23 medali di International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) atau Olimpiade Matematika dan Sains Internasional di Xejhiang, China, 27 September - 4 Oktober 2018. Berikut daftar peraihnya:

Peraih Medali Emas

  1. Muhammad Fikri Aufa siswa SD Islam Terpadu Cahaya Insani, Temanggung
  2. Steven Darren Wijaya, siswa SD Cahaya Nur, Kabupaten Kudus

Peraih Medali Perak

  1. Stevenson C. Hudiono, SDS Kristen II Penabur, Jakarta Pusat
  2. Elbert Tristan Lie, SDS Pelita Bangsa, Bandar Lampung
  3. Fakhri Musyaffaa Ariyanto, SD Nasional KPS Balikpapan
  4. Novin Raushan, SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta
  5. Jack Howard Wijaya, SD Darma Yudha, Pekanbaru
  6. Harltbert Mayer Hsia, SD Darma Yudha, Pekanbaru
  7. Ahmad Boutros Fathir, SDUT Bumi Kartini, Jepara
  8. Naistra F Wirdiyan, SD Alfurqan, Jember
  9. Jesreel HT Sigalinging, SDS Kristen Penabur 4, Jakarta Timur
  10. Clairine Aurel A, SD Tunas Indonesia Sejati, Jakarta Utara
  11. Ben Robinson, SD Kristen Petra 10, Surabaya
  12. Adeline Fedora C, SDS Fransiskus 2 Rawalaut, Bandar Lampung
  13. Rakha Aryaputra, SDN Pedurungan Tengah 02, Semarang.

Peraih Medali Perunggu

  1. Wilbert Angkasa, SDS Pah Tsung, Jakarta Barat
  2. Pradipto Pandu M, SDN Rawajati 08 Pagi, Jakarta Selatan
  3. Ni Luh Gita Gayatri, SDN Tegalkalong, Sumedang
  4. Bilqis Sofia QA, SD Unggulan Sulawesi Permata Bangsa, Palu
  5. Kelven Nathanael, SDK Santa Theresia, Surabaya
  6. Dzaki Aulia Fadhil, SD Muhammadiyah 2 Kauman, Surakarta
  7. Leonardo Valerian, SDS Darma Yudha, Pekanbaru
  8. Franklin Filbert Irwan, SDS Darma Yudha, Pekanbaru.

Buah Hasil Kerja Keras

Steven Darren Wijaya, siswa kelas VI SD Cahaya Nur, Kudus, merasa sangat senang dapat meraih medali emas dalam kompetisi internasional tersebut.

Baginya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin dan antusiasmenya mempelajari Matematika.

“Setiap Minggu aku sering bolak balik ke Semarang, hanya untuk les,” ujar Steven dilansir dari kemdikbud.com.

Baginya kesukaran soal Matematika seperti yang orang lain katakan, menjadi menarik untuk diselesaikan.

Soal olimpiade Matematika terdiri atas tiga sesi, antara lain, isian singkat, uraian dan eksplorasi. Dari ketiga sesi tersebut, Steven mengungkapkan sesi uraian yang paling sulit.

“Permasalahannya, solusinya harus dituliskan secara jelas dan ditulis dengan bahasa inggris,” ujar peraih medali emas yang memiliki cita-cita ahli komputer ini.

Dibimbing dengan Matang

Sebelum terbang ke China, selama dua bulan para delegasi IMSO 2018 diberikan bimbingan dan pemahaman bagaimana menjawab soal-soal sulit pada tes hari pertama yaitu tes teori.

Selanjutnya, untuk mengatasi tes hari kedua yaitu eksperimen dan eksplorasi, pembimbing menerapkan metode khusus agar pelajar Indonesia mampu membaca persoalan yang disebut sebagai metode ilmiah.

“Kita alhamdulillah mendapatkan dua emas, tiga belas perak, dan delapan perunggu,” ujar Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Riser Fahdiran seraya merangkul anak didiknya.

Lebih Baik Dibanding Tahun Lalu

Tahun ini yang diraih ada peningkatan dibanding tahun 2017. Diharap perolehan tersebut mampu memberi motivasi ke pelajar lain agar lebih cinta matematika.

“Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak dari pada tahun kemarin, kali ini kita bawa pulang 23 medali. Semoga ini memberikan motivasi kepada anak-anak kita untuk menyukai bidang matematika dan sains,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad.

Dalam ajang internasional tersebut, Indonesia mendelegasikan 24 siswa. Tetapi yang mampu membawa pulang medali hanya 23 siswa. Mereka bersaing dengan delegasi dari 22 negara.

Disampaikan untuk mencapai level tertinggi prestasi siswa, pemerintah terus memperbaiki kegiatan pembelajaran, baik dari sarana dan prasarana, maupun motivasi belajar dan bimbingan belajar.

“Sebenarnya ini menjadi pembelajaran bagi semua daerah. Kalau pembelajaran literasi dasar, baca masalah, bahasa, IPA dan Matematika kita siapkan dengan baik, fasilitas belajarnya baik, gurunya kita latih dengan benar, kegiatan pembelajarannya menyenangkan, pasti anak-anak kita itu meraih level tertinggi,” kata Hamid. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?